qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
TOSTREX®

Tostrex 2% gel merupakan Testosteron gel pertama di Indonesia dengan Teknologi  Transdermal dengan indikasi pada pria yang mengalami hipogonadisme dengan defisiensi Testosteron yang telah dikonfirmasi melalui gejala klinis dan laboratorium.

SECARA FARMAKOLOGI :
Tostrex®  tergolong kedalam kelompok terapi androgen. Androgen endogen yang disekresikan oleh testis yaitu terutama testosteron dan metabolit utamanya – dehidrotestosteron (DHT). Hormon ini bertanggung jawab terhadap perkembangan organ kelamin pria baik internal maupun eksternal. Selain itu, hormon ini juga diperlukan untuk memelihara karakteristik seks sekunder seperti stimulus pertumbuhan rambut, suara pecah, dan perkembangan libido). Hormon ini juga memiliki sifat sebagai anabolisme protein, perkembangan otot tulang rangka dan distribusi lemak tubuh, menurunkan ekskresi nitrogen urin, natrium, kalium, klorida, fosfat dan air. Testosteron tidak mempengaruhi perkembangan testis, namun menurunkan ekskresi gonadotropin pituitari. Efek testosteron pada beberapa organ target terjadi setelah terjadi perubahan perifer testosteron menjadi estradiol yang kemudian mengikat reseptor estradiol pada inti sel target seperti di kelenjar pituitari, jaringan lemak, otak, tulang, dan sel-sel leydig testis.

Farmakokinetik
Absorpsi
Tostrex® memiliki formulasi hidroalkoholik yang akan mengering segera ketika terpapar dengan kulit. Kulit bertindak sebagai reservoir untuk pelepasan testosteron secara lambat ke dalam sirkulasi sistemik. Penyerapan testosteron ke dalam darah dilanjutkan selama 24 jam  dengan konsentrasi yang secara bermakna berada diatas kadar testosteron basal. Aplikasi yang bervariasi antara 200 dan 800 m2 tidak menunjukkan efek klinis yang relevan terhadap konsentrasi testosteron serum.
Aplikasi testosteron pada paha bagian dalam dan perut menyebabkan kadar testosteron yang sebanding.
Bioavailabilitas Tostrex® sekitar 12%. Pemberian gel 3 gram setiap hari selama lebih dari 6 bulan menghasilkan kadar testosteron serum 5,0 + 2,0 ug/L dan konsentrasi minimal individu  yaitu 3,0  + 1,0 ug/L dan konsentrasi maksimum yaitu 12,0 + 7,0 ug/L.

Distribusi
Sekitar 40% testosteron plasma  terikat dengan SHBG (sex hormone binding globulin), 2% dalam bentuk bebas dan sisanya terikat dengan albumin dan protein lainnya. Ikatan albumin dan testosteron mudah dipisahkan dan merupakan ikatan yang secara biologis aktif. Namun, ikatan dengan SHBG merupakan ikatan yang kuat. Oleh karena itu, konsentrasi testosteron bioaktif serum merupakan fraksi yang tidak terikat dan yang terikat dengan albumin.

Metabolisme
Metabolit utama yang aktif dari testosteron yaitu estradiol dan DHT. Afinitas ikatan DHT lebih kuat terhadap SHBG dibandingkan testosteron. DHT kemudian akan dimetabolisme menjadi 3-alpha dan 2-beta androstanediol. 

Ekskresi

Sekitar 90% dosis testosteron yang diberikan secara intramuskuler akan dieksresikan di urin dalam bentuk asam glukoronat dan konjugat sulfat dari testosteron dan metabolitnya. Sekitar 6% dosis akan diekskresikan melalui feses, sebagian besar dalam bentuk unkonjugat.
  
INDIKASI
Terapi pengganti testosteron untuk pria yang mengalami hipogonadisme dengan defisiensi testosteron yang telah dikonfirmasi melalui gejala klinis dan laboratorium.
 
DOSIS
Untuk pemberian per kutaneus.
Pada Pria Dewasa
Rekomendasi pemberian awal Tostrex® yaitu gel 3 g (60 mg testosterone) yang diberikan sekali setiap hari pada waktu yang sama setiap pagi. Titrasi dosis dilakukan berdasarkan kadar testosteron serum serta gejala-gejala dan tanda-tanda klinis  yang berkaitan dengan defisiensi androgen. Kadar testosteron fisiologis juga mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya usia seseorang. Pemberian setiap harinya tidak boleh melebihi 4 g gel (80 mg testosteron).
Pemberian dapat dilakukan di perut (seluruh dosis diberikan paling sedikit 10 dari 30 cm) atau di paha bagian dalam ( setengah dosis diberikan paling sedikit 10 dari 15 cm untuk setiap paha bagian dalam). Pemberian secara rotasi antara perut dan paha direkomendasikan untuk menghindari efek samping pada tempat pemberian.

Setiap penekanan piston mengeluarkan ½ gram gel (10 mg testosteron).
Tabel  Dosis pemakaian Testosteron gel (Tostrex®)
Jumlah Penekanan    Jumlah gel (gram)        Jumlah Testosteron Yang Diaplikasi ke Kulit (mg)
1                0,5                        10
2                1                        20
4                2                        40
6                3                        60
8                4                        80

Pasien yang mandi pada pagi harus menggunakan Tostrex® setelah mandi. Tostrex® tidak boleh digunakan pada organ genitalia.

Kontrol Pengobatan

Konsentrasi testosteron serum harus dievaluasi setelah 14 hari sejak pengobatan awal untuk meyakinkan dosis yang tepat. Sampel darah untuk pengukuran kadar testosteron serum diambil 2 jam setelah pemberian Tostrex®. Jika konsentrasi testosteron serum berada diantara 5,0 dan 15,0 ug/L, dosis tidah boleh diubah dari 3 g setiap harinya.

Anak-anak
Tostrex® tidak diindikasikan untuk digunakan pada anak-anak dan belum dievaluasi secara klinis pada laki-laki dibawah usia 18 tahun.

KONTRAINDIKASI

Androgen dikontraindikasikan pada :
Diketahui atau dicurigai kanker payudara atau prostat, Sindroma nefrotik, Hiperkalsemia dan Hipersensitivitas

PERINGATAN DAN PERHATIAN
Tostrex® seharusnya tidak digunakan untuk mengobati gejala hipogonadisme yang tidak spesifik jika tidak menunjukkan defisiensi testosteron dan jika etiologi penyebab lain belum disingkirkan. Defisiensi testosteron harus ditunjukkan dengan gejala klinis dan dikonfirmasi dengan pengukuran dua kadar testosteron yang terpisah sebelum memulai pengobatan menggunakan terapi testosteron , termasuk penggunaan Tostrex®. Untuk meyakinkan dosis yang tepat, harus dilakukan evaluasi konsentrasi testosteron serum.

Tostrex® tidak diindikasikan untuk pengobatan sterilitas pada pria atau impotensi seksual.
Pada saat hendak memulai pengobatan terapi penganti testosteron, semua pasien harus melakukan pemeriksaan yang lengkap untuk menyingkirkan risiko kanker prostat yang menyertai. Monitoring terhadap kelenjar prostat dan payudara yang teratur dan hati-hati harus dilakukan sesuai dengan rekomendasi (pemeriksaan rektal dengan jari dan estimasi kadar prostate spesific antigen – PSA) pada pasien yang lanjut dan pasien dengan faktor risiko (klinis atau faktor keturunan) yang menggunakan testosteron setidak-tidaknya sekali atau 2 kali setiap tahunnya.
Kehamilan dan Menyusui
Tostrex® hanya diberikan pada pria.
Tostrex® tidak diindikasikan untuk wanita hamil dan menyusui.
 
EFEK SAMPING
Efek samping yang paling umum terjadi berdasarkan uji klinis akibat penggunaan Tostrex® hinga 4 gram yaitu reaksi lokal pada tempat aplikasi (26%) yang terdiri dari parestesia, xerosis, pruritus, ruam atau eritema. Efek samping ini bersifat ringan hingga sedang dan hilang atau bersih kembali kecuali pengobatan dilanjutkan.
  
INTERAKSI OBAT
Kortikosteroid : pemberiaan testosteron bersamaan dengan ACTH atau kortikosteroid dapat meningkatkan terjadinya edema. Oleh karena itu, pemberian obat iin harus dengan kewaspadaan, terutama pada pasien dengan penyakit jantung dan hati.

Ketika androgen diberikan secara simultan dengan antikoagulan, efek antikoagulan dapat meningkat. Pasien yang menerima antikoagulan oral membutuhkan monitoring terutama ketika terapi androgen dimulai, dihentikan atau dosis Tostrex® diubah.

Androgen dapat menurunkan konsentrasi globulin pengikat tiroksin, yang menyebabkan penurunan konsentrasi serum T4 dan peningkatan pengambilan T3 dan T4. Konsentrasi hormon tiroid bebas tidak mengalami perubahan. Namun tidak terdapat bukti klinis terjadinya disfungsi tiroid.   

PENYIMPANAN & KEMASAN
Simpan dibawah suhu 250. Jangan di refrigerator. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
Tostrex® 2% gel : Dus berisi 1 kanister @ 60 gram
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer