Siang Klinik dan Psoriasis
Bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Jakarta pada tanggal 22 Juni 2008, bertempat di RSAL LIDOGKI Benhil, Jakarta Pusat telah diselenggarakan Rapat Perdoski (Perkumpulan Dokter Kulit Seluruh Indonesia). Rapat itu dihadiri oleh para dokter spesialis kulit yang dipimpin oleh Dr. Dewi Lestarini, SpKK yang akrab disapa Dr. Nining.
Acara pembuka pada rapat yang mengangkat tema “Siang Klinik dan Rapat Perdoski Cabang Jakarta” itu diawali dengan presentasi dari Dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, SpKK yang memberikan paparan mengenai Psoriasis. “Psoriasis ialah sejenis penyakit kulit yang penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Tujuh dari sepuluh pasien Psoriasis mengalami ganggunan psikososial, karena malu berpenampilan,” ungkap Dr. Tjut. Dokter yang bertugas di poliklinik kulit pagi RSCM menambahkan, pengobatan yang tidak memberikan hasil yang baik akan menimbulkan kemarahan si pasien dan dapat menyebabkan sindrom metabolik, sehingga dibutuhkan pengobatan secara holistic, yakni tak hanya berfokus pada penyakit kulitnya saja, namun juga memperbaiki kondisi psikososial dan mental pasien.
Menurut Dr. Endah, Spkk yang menjadi salah satu peserta pada rapat itu, penyakit psoriasis sebenarnya tidak menimbulkan gatal, namun stress yang dialami pasien ketika melihat kondisi kulitnya yang kemerahan akan menimbulkan perasaan gatal dan menyebabkan si pasien menggaruk kulitnya. Garukan itulah yang akan menimbulkan luka dan menyebabkan infeksi, demikian kata dokter yang gemar bercanda dan berdinas di Rumah Sakit Kusta Tangerang.
Meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun psoriasis itu sendiri adalah suatu peradangan, yang ditandai dengan warna kemerahan pada kulit. Hal itu pada dasarnya disebabkan tubuh kekurangan gen anti inflamasi sehingga tidak berhasil menangani peradangan yang tejadi.
Berkaitan dengan masalah kesehatan kulit, Qvida-Brand Anti Aging Kalbe ikut hadir sebagai sponsor pada acara tersebut. Glisodin sebagai pencegahan dari radikal bebas dapat mengurangi erythema/kemerahan pada kulit akibat terpapar sinar matahari. Mac-Mary dkk yang membuktikan bahwa suplementasi Glisodin mengurangi kemerahan pada kulit ditandai dengan peningkatan MED-(Dosis Minimal Erythematous). Daya tahan kulit terhadap sinar matahari dinyatakan dengan MED, yaitu keadaan kulit di bawah sinar matahari (tanpa tabir surya) sebelum mengalami tanda tanda kemerahan.
Glisodin sebagai gen antiinflamasi lebih lanjut kemungkinan dapat diberikan untuk menekan peradangan pada pasien Psoriasis.