Mencegah Aterosklerosis secara Alami
Bertempat di Gedung 2 Kalbe Cempaka Putih, pada tanggal 26 Juli 2008 telah diselenggarakan seminar kesehatan Qvida, umbrella brand anti aging PT. Kalbe Farma, Tbk. Sebagai pembicara pada seminar yang diikuti sekitar 80 peserta itu adalah dokter spesialis jantuing, Dr. Anastasia Sari Mumpuni, SpJ.
Menurut Dr. Anastasia Sari, SpJ pada seminar bertemakan "Mencegah Aterosklerosis secara Alami", aterosklerosis adalah biang kerok penyakit jantung dan pembuluh darah yang yang bisa menyebabkan penyakit stroke. Aterosklerosis berasal dari kata arterio (dinding arteri) dan schlerosis (pengerasan). Arteroskeloris yakni pengerasan dinding arteri yang dapat menyebabkan penyempitan lumen arteri. Penyempitan pembuluh darah yang terjadi akibat timbunan lemak berupa plak kekuningan dan timbunan lemak itu terjadi karena adanya stress oksidatif.
Ada yang bilang bahwa proses aterosklerosis mulai terjadi ketika kita makan makanan yang enak. Namun tidak demikian kata Dr. Anastasia. Proses penimbunan lemak itu sudah dimulai sejak balita hingga lansia. Namun, dampak bagi tiap individu berbeda-beda. Faktor resiko penyebab konvensional aterosklerosis adalah kolesterol total, HDL (High Density Lipoprotein), dan trigliserid. HDL serum harus tinggi karena bisa membawa lemak jahat untuk diolah lagi di liver, demikian kata dokter yang berusia kepala tiga itu.
Menurut dokter jantung yang berdinas purna waktu di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, pencegahan ateroskleriosis secara alami adalah dengan antioksidan. Antioksidan yang terpenting adalah antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh kita sendiri, yaitu Superoxide dismutase (SOD). SOD akan mengubah molekul jahat menjadi tidak reaktif, sehingga jumlah oksidan dan antioksidan dalam tubuh akan seimbang.
