Penelitian Random dari Testosteron Gel sebagai Terapi Tambahan untuk Sildenafil pada Pria Gonadisme dengan Disfungsi Ereksi yang Tujuan : Membandingkan efikasi testosteron gel (T-gel) dengan plasebo sebagai terapi tambahan untuk terapi sildenafil pada pria hipogonadisme dengan disfungsi ereksi yang tidak berespon dengan penggunaan sildenafil tunggal.
Metode dan Bahan : secara random acak ganda, dengan kontrol plasebo. Jumlah total subjek uji yaitu 75 pria hipogonadisme (18 hingga 80 tahun dengan serum total testosteron pagi hari 400 ng/dl atau kurang) yang tak berespon dengan terapi tunggal sildenafil (1:1) untuk mendapatkan dosis harian 1% T-gel atau 5 mg plasebo gel sebagai terapi tambahan pada 100 mg sildenafil selama 12 minggu. Subjek dievaluasi fungsi seksualnya berdasarkan International Index Erectile Function (IIEF), kualitas hidupnya, dan jumlah testosteron dalam darah pada minggu ke 4, 8, dan 12.
Hasil : Subjek yang diterapi dengan testosteron mengalami perbaikan pada disfungsi erektilnya, dibandingkan dengan yang diberikan plasebo. Data statistik signifikan yang diperoleh pada minggu keempat adalah (4.4 vs 2.1, p = 0.029, 95% CI 0.3, 4.7). Hasil yang sama juga diamati pada peningkatan fungsi orgasme yang secara keseluruhan memuaskan, skore total dan persentase dari IIEF responden. T-gel signifikan meningkatkan kadar testosteron bebas dan total, meskipun korelasinya tidak signifikan antara kadar testosteron dan ttitik akhir IIEF.
Kesimpulan : T-gel yang diberikan bersama sildenafil sangat bermanfaat pada peningkatan fungsi ereksi pada pria hipogonadisme dengan disfungsi ereksi yang tidak responsif dengan pemberian sildenafil tunggal.
Kata kunci : disfungsi ereksi, hipogonadisme, testosteron, terapi obat, kombinasi
Attachment :
Shabsigh hub testosteron thdp DE(hal 6 brosur).pdf