Manfaat Madu untuk Luka
2 Dec 2008
Gulungan surat purbakala ditemukan di Mesir yang berisi daftar isi sejarah kasus kedokteran, yang dilaporkan sekitar 3000 sebelum Masehi. Kasus nomor 3 menjelaskan tentang terapi untuk luka yang akut. Setelah menutup luka dengan jahitan, digunakan madu dan minyak untuk mencegah infeksi.
Para peneliti dari Universitas Auckland di New Zeland menuliskan, “Madu telah digunakan sejak jaman kuno sebagai terapi untuk memperbaiki luka. Bukti ilmiah dari studi binatang uji dan beberapa percobaan memberikan kesimpulan bahwa madu dapat mempercepat penyembuhan luka.” Hasil penelitian yang mereka temukan memperlihatkan bahwa pada luka akut (luka bakar dan luka sobek), madu memberikan efek yang signifikan. Pada beberapa kasus luka sedang yang berbahaya bagi saraf yang terjadi di pembuluh darah, waktu penyembuhan dipercepat paling cepat adalah 5 hari bila dibandingkan dengan terapi konvensional. Penggunaan madu pada luka kronis (diabetic ulcer atau luka pada pasien diabetes, luka pada pembuluh arteri maupun vena, luka infeksi setelah operasi) tidak begitu signifikan meningkatkan waktu penyembuhan luka dibandingkan terapi konvensional.
Madu digunakan untuk terapi luka adalah yang berasal dari bahan alami, dianjurkan untuk tidak dimasak, karena madu mengandung enzim dan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Namun, panas akan merusak madu, dan madu yang banyak dijual di pasaran dipanaskan untuk menjaganya dari kristalisasi yang merupakan bagian pemrosesan dengan mesin. Anda dapat menemukan madu asli pada makanan alami pada tok atau supermarket yang menjual makanan sehat. Madu yang terbaik adalah madu yang diperoleh dari sarangnya.