Stop Merokok Kurangi Risiko Serangan Jantung
27 Jan 2009
“Jika Anda merokok, berhentilah,” saran Sharonne Hayes, M.D., ahli jantung dan direktur the Women's Heart Clinic di Mayo Clinic, Rochester, New York, Amerika Serikat. “Berhenti merokok memiliki peranan besar dalam pencegahan faktor risiko penyakit jantung.”
Merokok dengan kadar nikotin dan tar yang rendah juga berisiko tinggi, begitu pula dengan perokok pasif. Dalam rokok terdapat 4.800 zat kimia yang dapat merusak jantung dan pembuluh darah serta menyebabkan (pengerasan arteri) aterosklerosis yang mengakibatkan serangan jantung.
Nikotin dalam rokok menyebabkan jantung bekerja lebih keras dengan konstriksi pembuluh darah dan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Karbon monoksida (CO2) pada saat Anda merokok akan mengurangi oksigen dalam darah Anda yang akan meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk mendapatkan cukup oksigen.
Sekalipun hanya merokok ketika ada teman saja ketika di restoran atau tempat tertentu (sosial smoking) juga berisiko besar terhadap penyakit jantung.
Wanita yang merokok dan mengkonsumsi obat kontrasepsi berisiko sangat tinggi terhadap serangan jantung atau stroke dibanding yang tidak merokok dan tidak mengkonsumsi obat kontrasepsi.
Berita bagusnya adalah, ketika Anda berhenti merokok selama satu tahun, risiko penyakit jantung menurun drastis. Apalagi jika Anda memutuskan untuk berhenti total untuk merokok.