5 Langkah Terbaik Mencegah Alzheimer
6 Aug 2009
Penyakit Alzheimer akhir-akhir ini mempengaruhi 4,5 juta warga Amerika, jumlah tersebut 3 kali lebih besar dari tahun 1980, namun jumlah tersebut meningkat sangat signifikan. Hingga tahun 2050, diperkirakan 11,3 sampai 16 juta warga Amerika akan mengalami peningkatan penyakit tersebut, demikian menurut Asosiasi Alzheimer Amerika. Pada umumnya orang mengalami Alzheimer berusia lebih dari 65 tahun. Setelah usia tersebut, risiko perkembangan penyakit sebesar 2 kali setiap 5 tahun. Namun, bukan berarti semakin Anda menua, Anda akan mengalami Alzheimer. Berikut 5 langkah terbaik untuk mencegah Alzheimer :
1. Konsumsi makanan sehat
Benteng terbaik tubuh Anda terhadap penyakit tergantung dari makanan yang Anda makan. Penelitian terbaru tentang Alzheimer dan dementia dalam Journal of the Alzheimer's Association menemukan bahwa orang – orang yang mengkonsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup memiliki risiko yang jauh lebih rendah terhadap penyakit Alzheimer. Folat dan vitamin B ditemukan pada sayuran berwarna hijau, jeruk, polong-polongan, dan pisang. “Folat tampak lebih bermanfaat untuk otak dibandingkan nutrisi lain dan menurunkan risiko Alzheimer,” kata Maria Corrada dari University of California Irvine's Institute for Brain Aging and Dementia, yang memimpin penelitian. Makanan kaya antioksidan juga berperan sangat penting dalam pencegahan Alzheimer.
2. Terapkan Gaya Hidup Sehat
Menurut Asosiasi Alzheimer Amerika, menghindari merokok dan konsumsi alkohol, olahraga dan aktif dalam kehidupan sosial berkaitan dengan kesehatan otak. “Langkah terbaik yang dapat kita lakukan untuk mengurangi rata-rata kematian akibat penyakit jantung yaitu dengan melakukan perubahan gaya hidup seperti pola makan yang lebih baik, olahraga lebih teratur, dan berhentilah merokok, “ kata David A. Bennett dari Universitas Rush di Chicago. Apa yang baik bagi jantung juga baik untuk otak !
3. Olahragakan Tubuh Anda
Olahraga teratur penting untuk kesehatan otak Anda. “Berjalan 45 menit sebanyak 3 kali seminggu selama 6 bulan signifikan meningkatkan kemampuan mental orang dewasa tanpa demensia. Penelitian tersebut dilakukan secara acak dengan kelompok kontrol yang tidak melakukan olahraga dan tidak melakukan perubahan gaya hidup,” kata Arthur Kramer seorang psikolog dari Universitas Illinois.
4. Olahragakan Pikiran Anda
Olahragakan pikiran Anda. “Sibukkan pikiran Anda,” kata neuropsychologis Yaakov Stern, seorang psikolog dari Fakultas Ilmu Bedah Kedokteran dari Universitas Columbia. Pada penelitian yang dilakukan selama tujuh tahun dengan subjek penelitian 1800 orang dewasa, Stern menemukan bahwa “waktu luang” yang dimiliki seseorang menurunkan risiko peningkatan Alzheimer. Waktu luang tersebut meliputi mengunjungi teman-teman, bermain kartu, menonton film, menjawab teka-teki, bermain catur, membaca, mendengarkan kuliah atau ceramah, menjadi sukarelawan, dan menggeluti bidang yang kita gemari. Kuncinya adalah gunakan otak Anda setiap saat !
5. Hindari cidera kepala
Penelitian menemukan hubungan yang kuat antara cidera kepala yang berat dan Alzheimer. Anda dapat mengurangi risiko tersebut dengan mengenakan sabuk pengaman selama mengendarai mobil, mengenakan helm saat mengendarai sepeda motor, dan minimalkan risiko berbahaya di sekitar Anda. Berusahalah untuk selalu rileks dan berpikir positif. Menurut Pusat Kesehatan Mental di Amerika, orang lanjut usia yang mengalami stress psikologis seperti kawatir, gelisah dan gugup memperlihatkan tanda-tanda penurunan mental. Berdasarkan hasil penelitian, orang-orang yang mudah mengalami stress berisiko tiga kali lebih besar mengalami peningkatan gejala Alzheimer setelah lima tahun dibandingkan orang-orang yang jarang mengalami stress. Hasil penelitian yang lain juga menemukan bahwa orang dewasa yang menderita depresi memiliki risiko lebih tinggi terhadap perkembangan penyakit Alzheimer dibandingkan yang lebih jarang atau tidak pernah mengalami depresi.
