Olahraga – Terapi Anti Kolesterol
10 Sep 2009
Tujuan dari diet sehat adalah mengurangi lemak tersaturasi yaitu lemak hewani dan lemak trans pada makanan. Diet yang direkomendasikan yaitu batas lemak total yang dikonsumsi yaitu sebanyak kurang dari 35% dan kurang dari 7%nya adalah lemak tersaturasi dan lemak trans. Konsumsi banyak buah, sayuran, biji-bijian dan lemak baik yaitu lemak yang tidak tersaturasi yang berasal dari kacang-kacangan yang dapat menurunkan LDL dan meningkatkan HDL. Diet tinggi serat yang ditemukan pada oatmeal juga dapat menurunkan LDL.
Salah satu masalah pada diet kolesterol yaitu jika LDL menurun, kemungkinan HDL juga akan mengalami penurunan. Sangat penting menjaga HDL tetap tinggi karena diperkirakan bahwa setiap 1 mg/dL peningkatan HDL, penurunan risiko penyakit jantung koroner adalah sebesar 3%. Namun, olahraga aerobik dan perubahan gaya hidup dengan pola makan sehat dapat mencegah dan menjaga kadar HDL tetap optimal.
Hanya olahraga saja, hal itu kurang disetujui oleh para peneliti. Efek terbesar dari olahraga pada perbaikan kadar kolesterol yaitu pada peningkatan HDL dan penurunan trigliserida. Namun untuk menjaga kadar HDL tetap pada rentang normal, olahraga harus dilakukan secara teratur dan membutuhkan cukup energi untuk membakar sedikitnya 800 hingga 1200 kalori per minggu. Beberapa olahraga aerobik antar lain berjalan, berlari, hingga berenang dan bersepeda. Berjalan sejauh 3 kilometer dalan 1 jam rata-rata akan membakar sekitar 300 kalori. Untuk mencapai maksimal, seseorang membutuhkan waktu untuk berjalan sekitar 8 hingga 12 kilometer seminggu, atau melakukan aktifitas aerobik yang lain minimal 30 menit dalam 6 kali atau lebih per minggu.
Dengan berolahraga, maka trigliserid akan menurun sebanyak 15 – 25 %. Kalori yang dibuang yang direkomendasikan yaitu minimal 1200 kalori per minggu hingga 2500 – 3000 kalori per minggu. Pengaruh fitnes terhadap kadar LDL tidak begitu jelas. Pengurangan sebanyak 5 – 19% memang terlihat, yaitu pada pengurangan lemak dan berat badan. Beberapa penelitian menemukan bahwa LDL berkurang tanpa penurunan berat badan, biasanya dari pembakaran lemak sedikitnya 1200 kalori per minggu. Walaupun olahraga tidak selalu menurunkan LDL, namun olahraga dapat memperbaiki kualitas LDL. Penelitian awal meyakinkan bahwa olahraga aerobik yang teratur dapat menghasilkan manfaat kesehatan yang amat besar.
Tidak jelas apakah program penurunan berat badan akan mempengaruhi kadar kolesterol. Olahraga merupakan terapi anti kolesterol yang tidak berlaku untuk setiap orang. Beberapa orang bermasalah dengan kolesterolnya terutama HDL karena faktor keturunan. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa olahraga nerupakan langkah secara perlahan tetapi pasti dan Anda tidak dapat melihat perubahannya dalam waktu 3 – 6 bulan. Olahraga merupakan sesuatu yang bagus karena membantu mengurangi faktor risiko penyakit jantung misalnya tekanan darah tinggi.
