Melantonin dan Kegelapan
17 Sep 2008
Erat kaitannya antara tidur dengan penuaan. Berdasarkan survei 40% orang Amerika tidak mendapatkan tidur yang cukup, dan 50% kecelakaan terjadi akibat si pengemudi mengantuk. Tidur dapat mempengaruhi penampilan dan pemikiran yang jernih.
Pada jangka panjang, kehilangan waktu tidur akan merusak keseimbangan dalam tubuh. Ketika tidur, tubuh akan melakukan perbaikan dan keseimbangan. Zat beracun akan dihilangkan dan sel sistem kekebalan akan diaktifkan kembali. Dengan kurangnya waktu tidur maka kekebalan akan menurun dan menimbulakn berbagai masalah fisik dan psikologis.
Dua senyawa kimia penting dalam tubuh yang berhubungan dengan tidur adalah melantonin dan serotonin. Tidur akan meningkatkan hormon kortisol, yaitu hormon anti peradangan utama yang akan mencegah kerusakan sel, menekan produksi insulin, dan meningkatkan hormon pertumbuhan.
Melantonin merupakan hormon yang mengaatur mood dan kantuk. Pada pasien insomnia, didapatkan jumlah melantonin yang sangat rendah. Dalam keadaan gelap, tubuh akan memproduksi melantonin dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya, mematikan lampu akan memudahkan beristirahat dan meningkatkan kualitas tidur.
Melantonin disintesis oleh glandula pinael di otak, dimana senyawa pembuat utamanya adalah triptofan. Diet rendah triptofan menyebabkan jumlah melantonin dalam otak mengalami penurunan dan akan menimbulkan depresi sehingga tidak dapat tidur. Triptofan ditemukan dalam jumlah besar pada telur, daging, ayam, dan buncis.