SOD Berpotensi 3500 Kali terhadap Sunburn dibanding Vitamin C
18 Sep 2008
Olahraga di alam terbuka??? Jangan sepelekan sengatan cahaya matahari (sunburn) !!
Hidup yang sehat sepanjang masa merupakan dambaan semua manusia. Untuk itulah banyak orang melakukan berbagai cara misalnya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, selain bertujuan untuk mempertahankan postur tubuh yang indah, olahraga yang cukup untuk menghindarkan stress, dll.
Pada intinya sehat itu bisa tercapai jika faktor kehidupan yang dibutuhkan sel tubuh dan yang diterima tetap seimbang. Artinya faktor ketahanan tubuh yang memadai harus tercapai. Sel tubuh sebenarnya mempunyai kesanggupan untuk memproteksi zat yang toksik (beracun) baik yang berasal dari luar sel tubuh maupun dari tubuh itu sendiri. Namun kesanggupan untuk memproteksi ini hanya terbatas dalam hal tertentu bergantung kondisi tubuh itu sendiri, ataupun juga seberapa kuat faktor toksik yang berasal dari luar tubuh. Umur dan faktor makanan serta kegiatan tubuh akan sangat berperan dalam hal ini. Untuk itulah kita dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari perlu tetap diingatkan apakah kesibukan kita itu berpengaruh positif terhadap kesehatan tubuh kita atau sebaliknya.
Beberapa peneliti menemukan bahwa bagian dari sel tubuh kita yang disebut dengan mitokhondria sebagai sistem pernafasan sel, berperan dalam menentukan kehidupan sel itu sendiri. Seperti diketahui kehidupan mitokhondria ini bergantung pada kecukupan energi, pengaruh oksidan yang disebut radikal bebas serta anti-oksidan atau anti-radikal bebas. Satu sel otak contohnya memempunyai 5000 mitokhondria begitu juga dengan sel jantung dengan jumlah yang hampir sama. Sel yang bisa hidup bertahan ratusan tahun bergantung pada berapa lama jumlah mitokhondria ini bisa bertahan hidup.
Kerusakan sel-sel di kulit juga bergantung pada bagaimana mitokhondria ini bisa bertahan menghadapi polusi lingkungan yang bervariasi. Di negara tropis seperti Indonesia dimana alamnya berhadapan dengan sinar matahari hampir 12 jam sehari tentunya bisa berdampak baik itu positif maupun negatif terhadap kehidupan manusia. Pada manusia sinar ultraviolet (UV) dibutuhkan untuk membantu pembentukan vitamin D yang berkaitan dengan pembentukan tulang. Selain itu juga pembentukan hormon-hormon yang berkaitan dengan proteksi tubuh.
Namun pada jam-jam tertentu misalnya antara jam 10 pagi sampai jam 15 sore, cahaya ini bisa bersifat sebagai oxidative stress yang akan berdampak negatif terhadap kulit dan tubuh kita secara keseluruhan terutama jika anti-oksidan yang dimiliki tubuh tidak cukup untuk memproteksi. Kita mengatakan efek negatif dari cahaya matahari sunburn atau sengatan cahaya yang terik terhadap tubuh. Efek ini bisa sistemik artinya keluhan bukan hanya dilokasi yang kontak dengan cahaya matahari tapi juga bisa mengakibatkan pusing dan sakit kepala yang diakibatkan oleh stimulasi UV terhadap sel selaput jaringan otak. Sel-sel selaput ini tidak sanggup memproteksi dampak negatif UV.
Efek lokal sunburn atau sengatan cahaya bisa menyebabkan kerusakan sel dengan merusak mitokhondria DNA (desoxyribo nuclei acid) sehingga merubah komposisi biokemik sel dan berakhir dengan kematian sel itu sendiri. Keadaan ini baik dalam bentuk sistemik maupun lokal bisa berbeda dari satu orang dengan yang lain bergantung pada kondisi sel seseorang pada saat berhadapan dengan faktor stres oksidatif tadi. Selain itu jangan lupa bahwa pembentukan oksidan secara alami terjadi dalam tubuh disaat kita mengalami stres fisik misalnya berolah raga maupun stres emosional.
Apa yang dapat kita lakukan untuk memproteksi tubuh kita dari pengaruh sengatan cahaya matahari ini baik sistemik maupun lokal?. Jawabannya adalah selain menghindarkan dari cahaya atau kalau tidak ada jalan menggunakan body lotion. Namun dari berbagai penelitian penggunaan body lotion ini juga belum memadai untuk memproteksi kulit dari sengatan matahari. Hal mendasar adalah dengan mencukupkan bahan antioksidan dalam tubuh. Beberapa anti-oksidan berupa enzim yang secara alamiah ditemukan dalam tubuh (endogen) antara lain SOD (superoxide desmutation), katalase, and glutation peroksidase. Kesemuanya ini berperan dalam menetralisir keberadaan oksidan. Sementara beberapa jenis vitamin yang bekerja sebagai anti oksidan antara lain vitamin A, vitamin C dan vitamin E dan selenium.
SOD adalah salah satu enzim antioksidan yang banyak diteliti mempunyai kapasitas tinggi untuk mengkonversi radikal bebas di mitokhondria menjadi tidak beracun sehingga terhindar dari kematian sel. Penelitian SOD di Center Hospital University Besancon, Francis membuktikan peran SOD dalam menghadapi sengatan cahaya matahari. Percobaan ini membuktikan efek proteksi tubuh terhadap radikal bebas dengan mengkonsumsi SOD 4 minggu sebelumnya. Sebagai pembanding adalah orang yang mendapat plasebo (obat kosong). Pengguna SOD sunburn (sengatan matahari) ternyata tidak separah yang mendapat plasebo. Selain itu juga dibuktikan bahwa SOD berpotensi 3500 kali dibanding vitamin C.
Dari hasil beberapa penelitian ini disimpulkan bahwa SOD berperan dalam meneteralisasi efek radikal bebas yang bisa menyebabkan kematian mitokhondria dengan demikian menghindarkan kematian sel baik itu sel dari sistem imun, sel penghasil hormon dan sel lainnya dalam tubuh.
Sumber :
dr. Jan Sudir Purba, PhD