qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
MATAHARI MENGGANAS, KULIT TETAP CANTIK
17 Oct 2008

Sinar matahari yang kita rasakan saat ini mungkin berkali-kali lipat lebih panas dibandingkan dengan beberapa dasawarsa yang lalu. Dampak buruk dari ganasnya sinar matahari ini juga semakin meningkat, kejadian kanker kulit, melasma (flek hitam), dan iritasi kulit juga terus meningkat. Tentunya tidak semua orang memiliki ketahanan yang sama terhadap paparan matahari. Pada beberapa orang, hanya terpapar matahari dalam waktu yang relatif singkat sudah mengalami iritasi karena matahari, sementara pada orang yang lain meskipun terpapar sinar matahari dalam waktu yang relatif lebih lama tampaknya masih baik-baik saja.

Akibat dari paparan matahari, yang juga sering dikeluhkan adalah warna kulit yang semakin gelap. Tentunya perubahan warna kulit ini tidaklah barbahaya, karena tidak mengancam nyawa. Namun demikian, perubahan warna kulit  sering kali menjadi permasalahan karena mempengaruhi penampilan seseorang, dan bahkan dapat juga menyebabkan gangguan kepercayaan diri. Pada beberapa tipe kulit relatif lebih cepat terbakar matahari dan warna kulit lebih lama kembali ke warna normalnya, yaitu pada kulit yang cenderung gelap. Sementara, pada orang berkulit putih lebih mudah kembali ke warna asal setelah terbakar matahari.

Pencegahan yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang untuk mengatasi dampak negatif paparan sinar matahari ini adalah dengan menggunakan SPF (sun protection factor= factor perlindungan terhadap matahari) atau yang sering dipopulerkan dengan sebutan sunblock, sunscreen, atau tabir surya. Sebenarnya tindakan berteduh, memakai topi, ataupun menggunakan payung bisa juga dianggap sebagai SPF, karena dapat juga melindungi dari pengaruh sinar matahari, namun yang dipahami bersama SPF adalah cream tabir surya.

Penggunaan tabir surya yang benar dapat menurunkan resiko untuk terjadinya dampak negatif pada kulit kita akibat paparan sinar matahari, namun penggunaan yang benar ini sering kali tidak dipahami oleh para penggunanya, sehingga sering kita mendengar keluhan sekalipun sudah menggunakan tabir surya namun kulit masih terbakar oleh matahari. Celakanya penggunaan tabir surya yang salah selain tidak dapat melindungi kulit dari paparan matahari secara optimal, tabir surya juga memiliki efek komedogenik, yaitu dapat merangsang peningkatan produksi komedo.

Penelitian yang dilakukan di Paris - Perancis pada tahun 2004 menunjukkan bahwa ketahanan kulit terhadap paparan sinar matahari dapat ditingkatkan dengan pemberian SOD. Pada percobaan menunjukkan peningkatan yang bermakna pada  ketahanan terhadap paparan sinar matahari setelah mengkonsumsi SOD setiap hari selama 4 minggu secara rutin. SOD tentu saja bukanlah tabir surya, oleh karena itu penggunaan tabir surya tetap disarankan,  namun dengan penggunaan SOD akan membantu meningkatkan batas toleransi kulit kita terhadap paparan sinar matahari, yang artinya diperlukan waktu paparan matahari yang lebih lama untuk membuat kulit menjadi lebih gelap. Dengan demikian penggunaan SOD dapat mencegah kulit  dari penyakit-penyakit akibat paparan sinar matahari.

Setiap orang di jaman yang sudah maju ini tentunya sangat menginginkan dapat beraktivitas bebas namun tetap cantik dan terhindar dari berbagai penyakit. Oleh karena itu penggunaan tabir surya disertai konsumsi rutin SOD akan menjadi alternatif yang hemat dan tepat guna, dan kulit akan tetap cantik meskipun dunia sudah menjadi lebih panas.


Oleh : dr. Kristian Sanjaya

Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer