qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
Umur Manusia Bukanlah Nasib
17 Oct 2008

Pendapat yang beredar di masyarakat kita sekarang ini lebih cenderung pesimistik bila sudah membicarakan masalah umur dan keluhannya. Sudah diterima secara umum bahwa pada usia tua pasti mengalami banyak sekali masalah kesehatan dan masyarakat kita sudah menganggap hal itu lazim sehingga rasanya tidak ada lagi tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Lebih celakanya masyarakat juga merasa bahwa hal ini tidaklah perlu dicegah, karena memang sudah dianggap suatu kelaziman bahwa kualitas hidup orang tua akan menurun seiring dengan usia.

Sering kali kita dengar bahwa seseorang bercita-cita untuk sakit di masa tuanya. Pernyataan ini mungkin kita rasa agak aneh dan tidak masuk akal, namun seringkah Anda mendengar kalimat wejangan orang tua kepada anak-anaknya yang serupa dengan: “Nak bila bapak sudah tua kamu harus merawat bapak baik-baik ya!”. Kalimat ini sering kali dirasa lazim, atau mungkin Anda juga pernah menyampaikan kalimat ini? Bukankan dalam kalimat tersebut tersirat bahwa di usia tua akan mengalami kendala dalam melakukan aktifitas sehari-hari sehingga perlu dirawat oleh orang lain?

Dunia kedokteran saat ini sudah sangat maju. Paradigma bahwa dokter bertugas untuk mengobati pasien sudah mulai bergeser ke arah yang lebih rasional. Sekarang ini dokter seharusnya bertugas untuk me-manage kesehatan klien (tidak selalu adalah pasien, karena pasien identik dengan orang sakit) sedari dini sehingga klien dapat menikmati hidupnya sampai hari tua dengan kualitas yang tetap baik seperti pada masa mudanya.

Manusia sebenarnya didisain untuk dapat hidup panjang dengan kualitas yang baik untuk dapat menikmati setiap waktu dalam hidupnya. Kalau kita ibaratkan manusia sebagai sebuah mesin maka manusia memiliki range umur yang sudah ditentukan oleh pembuatnya, namun demikian mesin ini haruslah dijaga baik-baik supaya bisa sampai ke umur yang ditentukan. Tentunya banyak sekali faktor yang mempengaruhi kelanggengan umur manusia, salah satunya yang saat ini banyak dibicarakan adalah pengaruh radikal bebas. Radikal bebas ini sebenarnya berguna bagi tubuh kita, misalnya untuk memanasi tubuh. Namun bila jumlahnya berlebihan atau tidak terkontrol akan menyebabkan banyak sekali masalah, seperti yang banyak kita jumpai sekarang ini. Oleh karena itu radikal bebas haruslah ditangani dengan baik, sehingga keseimbangan dalam tubuh tetap terjaga dan tidak terjadi kerusakan pada tubuh kita.

Tubuh manusia sebenarnya sudah dilengkapi dengan perangkat-perangkat yang mampu menjaga keseimbangan dalam tubuh kita. Faktor penyeimbang itu biasa disebut sebagai antioksidan alami, yang terdiri dari Super Oxide Dysmutase(SOD), Glutathion Peroksidase dan Catalase. Di antara ketiga antioksidan alami yang dimiliki oleh tubuh manusia, SOD adalah yang terutama karena SOD menjadi penjaga paling depan yang bertugas menjinakkan radikal bebas (biasanya O₂̄) yang ada dalam tubuh kita. Setelah menghadapi SOD, radikal bebas akan berubah bentuknya menjadi oksidan (H₂O₂). Oksidan ini masih dapat memberikan efek buruk pada tubuh, namun efeknya jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan radikal bebas. Setelah dijinakkan oleh SOD barulah Glutathion Peroksidase dan Catalase bekerjamenguraikan H₂O₂ menjadi air.

SOD sangat penting bagi tubuh untuk dapat hidup sehat, karena tanpa SOD maka tubuh kita akan mudah sekali terserang penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas, seperti; kanker, diabetes mellitus, stroke, serangan jantung, dll. Namun demikian kadar SOD dalam tubuh kita menurun drastik seiring dengan usia. Pada umur 50 kadar SOD dalam tubuh sudah tinggal separuhnya, sementara pada usia 60 tahun kadar SOD dalam tubuh tinggal 25% saja. Hal ini tentu dapat menerangkan bahwa pada orang yang berusia lebih dari 50 tahun lebih sering terjadi penyakit-penyakit yang serius. Data klinik menunjukkan bahwa saat ini penyakit-penyakit degeneratif sudah mulai muncul sejak usia 30 tahun.

Saat ini, sangat perlu untuk mendapatkan asupan antioksidan (khususnya SOD) dari luar sehingga tubuh dapat mengkompensasi tingkat radikal bebas yang meningkat di lingkungan kita. Namun demikian, dahulu SOD selalu dirusak oleh asam lambung bila diberikan per oral, sehingga sering kali untuk seseorang yang membutuhkan SOD diberikan injeksi (suntikan) yang mengandung SOD dengan harga yang sangat mahal.

Sekarang SOD sudah ditemukan sediaan yang dapat diminum per oral dan tidak dirusak oleh asam lambung, karena ditambahkan dengan gliadin (protein gandum) yang dapat melindungi SOD. Tentunya sediaan ini lebih sederhana penggunaannya dan lebih terjangkau harganya, sehingga bisa menjadi suplemen alternatif bagi seseorang yang ingin tetap menikmati kualitas hidup yang baik di usia tua.


dr. Kristian Sanjaya

Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer