Arthritis, Peradangan, dan SOD
10 Nov 2008
Tidak hanya suatu rasa ketidaknyamanan ringan atau sedang, arthritis merupakan suatu masalah yang serius. Arthritis tidak hanya merusak, namun merupakan penyakit nomor satu penyebab ketidakmampuan di Amerika. Arthritis merupakan suatu penyakit kronis, kondisi kelemahan yang menyebabkan nyeri berat, peradangan, dan ketidakmampuan sendi. Sedikitnya 40 juta warga Amerika menderita arthritis atau nyeri sendi. Sesuai dengan peningkatan kelahiran bayi, penderita arthritis juga semakin banyak. Sampai dengan tahun 2020, diperkirakan 60 juta warga Amerika akan mengalami arthritis.
Penelitian memperkirakan penyebab dari arthritis adalah karena faktor genetik, ketidakseimbangan hormon, dan faktor lingkungan, namun penyebab pastinya tidak diketahui. Beribu – ribu pengobatan dan terapi arthritis meliputi operasi, penggantian sendi, dan peresepan obat-obatan telah dilakukan.
Arthritis pada umumnya diterapi dengan obat-obatan golongan steroid seperti kortison, anti inflamasi non steroid (NSAID) meliputi aspirin, ibuprofen, dan yang terbaru adalah disebut sebagai “super aspirin”, yaitu golongan penghambat reseptor COX-2. Yang menjadi masalah pada obat-obat bebas (OTC) maupun obat dengan resep adalah bukan karena cara penggunaannya, namun penggunaan yang berlebihan. Para penderita arthritis merasa mereka tidak dapat hidup tanpa obat-obat itu.
Data statistik memperlihatkan bahwa para penderita athtritis mengkonsumsi obat-obat bebas pengurang rasa nyeri secara teratur. Mengapa hal itu sangat tidak baik ? karena obat – obat tersebut mempunyai efek samping yang membuat tidak nyaman hingga efek samping yang berbahaya, antara lain mual, iritasi lambung, ulser lambung dan duodenum, serta kerusakan hati dan ginjal. Dengan penurunan inflamasi atau peradangan yang disebabkan arthritis, SOD/gliadin dapat digunakan sebagai alternatif yang efektif dan aman tanpa efek samping.
Semua bentuk arthrtitis disertai peradangan hingga nyeri yang dirasakan hingga akarnya. Pada penelitian-penelitian ilmiah yang telah dilakukan, peradangan disebabkan stress oksidatif. Seperti halnya paru-paru yang mengalami asma, sendi yang mengalami arthritis ditangkap oleh lingkaran setan produksi radikal bebas, pembengkakan, dan kerusakan seluler. Mekanisme reaksinya adalah sebagai berikut : Fagositosis sel atau pembasmian oleh sel terhadap benda atau senyawa asing dilakukan oleh sistem imun (leukosit atau sel darah putih dan makrofag) yang membunuh benda asing seperti bakteri dan sel debris dengan memproduksi jenis oksigen reaktif (Reactive Oxygen Species/ROS) dalam jumlah yang banyak, yaitu radikal bebas superoxide.
Superoxide adalah suatu senjata ampuh yang digunakan untuk membunuh benda asing. Namun, ketika superoxide diproduksi berlebihan, maka akan merusak jaringan sel di sekitarnya termasuk menyebabkan sensitifnya jaringan sendi yaitu kartilago dan membran synovial, yaitu membran yang melindungi cairan synovial yang melumasi sendi.
Sekali mengalami kerusakan, jaringan tersebut akan membengkak dan memburuk, yang akan memicu respon imun selanjutnya, yang akan mengirim sel-sel fagosit ke tempat/bagian yang rusak tersebut, untuk memakan/membunuh sel debris/zat asing, sehingga terjadilah produksi radikal bebas kembali.
Pada kasus osteoarthritis, tipe stress oksidatif kemungkinan disebabkan stimulus dari luar melalui luka/kecelakaan atau kasus lain. Pada Rheumatoid arthritis atau rematik, sistem imun yang di luar kontrol akan menghasilkan kerusakan yang terus-menerus. Pada kedua kasus tersebut, kerusakan jaringan sendi dapat dikurangi dan diperlambat dengan menetralkan produksi superoxide dengan SOD/gliadin, sediaan oral yang efektif, terbuat dari bahan alami yaitu suplemen SOD atau superoxide dismutase.
Artikel Lain :
Berbagai aksi SOD terhadap Sendi
GliSODin meningkatkan sistem imun pada AIDS