qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
SOD dan ASMA
20 Nov 2008

Kita dapat hidup selama berminggu-minggu tanpa makanan, selama berhari-hari tanpa air, tapi kita tidak dapat bertahan lebih dari beberapa menit tanpa bernafas. Lebih dari 15 juta warga Amerika yang terdiri dari 5 juta anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun menderita asma. Lebih dari 20 tahun yang lalu kasus asma pada anak-anak meningkat kurang lebih 160%. Sekitar 2 juta orang mendatangi rumah sakit, 500.000 dirawat di rumah sakit, dan 5.000 meninggal secara langsung setiap tahunnya berkaitan dengan asama.

Asma adalah suatu kondisi kesulitan bernafas, disebabkan kontraksi bronkus di paru-paru, yang akan mengeblok aliran udara ke dalam paru-paru. Penyebab asma tidak diketahui secara pasti, tetapi asma dapat dipicu oleh beberapa stimulus, seperti alergen (penyebab alergi) yaitu debu, serbuk sari, makanan, bulu hewan, polusi asap rokok, asap api, dan bahan kimia seperti pembersih rumah tangga, cat tembok, dan gasolin. Asma juga bisa disebabkan karena adanya infeksi pernafasan atau flu, pengobatan yang menyertai seperti NSAID, Olahraga berlebihan, stress, dan kondisi udara yang ekstrim yaitu sangat panas atau sangat dingin.Obat yang digunakan untuk mengatasi asma memang efektif setiap dibutuhkan hingga untuk asma yang berat. Namun perlu diingat bahwa obat-obat asma dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkanm meliputi berdebar-debar, kejang, denyut jantung meningkat, diare, panas di ulu hati, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan gangguan lambung. Efek jangka panjang dapat mengakibatkan gangguan ginjal dan hati.

Peranan ROS pada Asma

Meskipun kasus asma tidak diketahui, peneliti menunjukkan bahwa radikal bebas ROS (Reactive Oxygen Species/Jenis Oksigen Reaktif) meliputi Superoxide dapat merusak jaringan paru dan menyebabkan asma. ROS menyebabkan gejala – gejala asma dan kerusakan jaringan secara kumulatif yang disebabkan radikal bebas ROS yang dapat memperburuk asma. Studi memperlihatkan bahwa sel epitel atau sel yang terletak pada permukaan saluran paru dan bronkus menjadi meradang karena iritasi yang disebabkan asap rokok atau penyakit lain. Hal tersebut disebabkan oleh produksi radikal bebas ROS.


Mekanisme Alergi

Ketika alergen atau benda asing menyerang jaringan, tubuh akan menstimulasi proses inflamasi (peradangan) sebagai respon pertahanan tubuh. Salah satu tanda peradangan adalah pembengkakan. Jika jaringan tubuh membengkak, maka akan meradang (panas) dan akan mengirimkan sinyal ke luar sistem imun bahwa sesuatu yang tidak normal telah terjadi. Tubuh secara bertahap akan memproduksi radikal bebas ROS yaitu Superoxide, sebagai usaha untuk membunuh mikroorganisme berbahaya yang memasuki sistem pertahanan sel. Ketika radikal bebas ROS merusak zat asing, ROS juga akan merusak jaringan di sekitarnya tanpa pandang bulu atau tidak terkontrol.

Pada individu sehat, tubuh akan memperoduksi ROS secara perlahan atau terkontrol untuk melawan benda asing, dan semua proses akan kembali normal. Namun pada individu yang mengalami asma, produksi ROS tidak kembali menjadi normal atau jumlah ROS yang aman. Normalnya, tubuh memproduksi SOD (Superoxide Dismutase) dan antioksidan lain dalam jumlah cukup untuk mengurangi jumlah radikal bebas Superoxide jika terjadi inflamasi yang berada di bawah kontrol. Tetapi pada paru-paru seseorang yang menderita asma, mekanisme kerjanya berbeda. Orang dengan asma mengalami kurangnya atau miskinnya sel pertahanan dan antioksidan sebagai perlindungan seperti SOD. Hingga saat ini telah digunakan obat-obatan untuk mengatasi asma, tentunya dengan resiko efek samping yang juga tidak menyenangkan atau membuat tidak nyaman. Namun, saat ini telah ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa SOD dapat melawan serangan asma tanpa efek samping.

Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer