Penurunan SOD pada Pasien Asma
20 Nov 2008
Studi ini dilaporkan dalam jurnal The Lancet yang berjudul “Radikal Bebas ROS Memberikan Kontribusi Kerusakan pada Saluran Pernafasan dan Memperburuk Asma“. Kerusakan radikal bebas ROS secara langsung berhubungan dengan jumlah antioksidan yang tersedia dalam paru-paru. Pada studi ini, serangan asma distimulasi oleh alergen (penyebab alergi). Peneliti menemukan bahwa pada serangan asma, jumlah SOD pada pasien asma signifikan menurun pada subjek kontrol, 4 pasien memperlihatkan penurunan jumlah SOD yang terus-menerus setelah 48 jam terjadinya serangan asma. Hubungan yang kuat antara jumlah SOD yang menurun dan gejala asma pada pasien tersebut menunjukkan bahwa SOD berperan sebagai perlawanan pertama terhadap serangan asma. Dengan peningkatan jumlah SOD, maka SOD dapat melindungi jaringan paru dari kerusakan oksidatif lebih lanjut.
Studi ini dilaporkan pada Free Radical Biology dan Medicine, yang menemukan bahwa sel paru pasien asma memproduksi ROS dalam jumlah berlebihan daripada normal. Tes darah telah dilakukan pada pasien asma dan memperlihatkan bahwa jumlah SOD pada pasien tersebut lebih rendah daripada orang normal. Tujuan studi ini adalah memperlihatkan bahwa jumlah SOD sebagai indikator yang kuat terhadap terjadinya inflamasii yang merupakan tanda-tanda asma. Setelah studi pada 21 pasien asma dan 17 orang sehat, peneliti menemukan bahwa tidak hanya jumlah SOD yang menurun pada pasien asma, namun peningkatan ROS pada paru-paru menyebabkan meningkatnya kerusakan pada saluran paru-paru. Efek ini diperkirakan dapat meningkatkan keparahan asma lebih lanjut. Studi menunjukkan bahwa SOD tidak hanya menekan gejala asma, namun juga keparahan asma.