qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
MENGENAL ANDROPAUSE
18 Dec 2008

dr. Nugroho Setiawan, SpAnd
RS Internasional Bintaro dan RS Fatmawati

Apakah Andropause ?

Istilah andropause berasal dari kata Yunani, andro berarti pria, pause berarti penghentian atau stop. Arti harfiahnya adalah bahwa fungsi fisiologis sebagai pria telah “berhenti”. Andropause disebut juga Viropause, PADAM (Partial Androgen Deficiency in Aging Male), PTDAM (Partial Testosterone Deficiency in Aging Male), Andrenopause, ataupun Menopause pada pria.

Andropause atau sindrom kekurangan testosteron (testosteron deficiency sindrom) adalah suatu istilah yang paling sering untuk menggambarkan kondisi pria di atas usia tengah baya, yang mempunyai kumpulan gejala, tanda, dan keluhan mirip dengan menopause pada wanita. Mekanisme yang mendasari terjadinya andropause adalah karena menurunnya fungsi dan sistem reproduksi pria, yang selanjutnya menyebabkan penurunan kadar testosteron sampai dengan di bawah angka “normal” fisiologis (hypogonadism).

Pada berbagai kepustakaan, andropause umumnya dimulai pada umur 40-60 tahun, ada yang mengatakan mulai umur 55 tahun. Bahkan beberapa kurang lebih 5% pria berumur 30 tahun-an sudah memasuki masa andropause.

Apa Penyebabnya?  

1.Pola hidup yang kurang baik, seperti : kurang olahraga, mengkonsumsi alkohol, merokok, dan makanan yang kurang sehat.
2.Lingkungan : faktor lingkungan dapat bersifat fisik misalnya bahan kimia, umumnya dipakai dalam bidang pertanian, pabrik, dan rumah tangga. Faktor lingkungan yang bersifat psikis antara lain kebisingan dan perasaan tidak aman.
3.Faktor organik (perubahan hormonal) : disebabkan penyakit, antara lain diabetes melitus dengan gangguan angiopati dan hiperinsulin, obesitas, dll.

Apa Gejalanya ?

Kumpulan gejala, tanda, dan keluhan andropause mirip dengan wanita menopause yaitu gejolak panas, berkeringat, insomnia, rasa gelisah, takut, mudah lelah, menurunnya motivasi, berkurangnya ketajaman mental, keluhan depresi, hilangnya rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri, menurunnya kekuatan dan massa otot, kehilangan rambut tubuh, penumpukan lemak pada daerah abdominal dan osteoporosis, menurunnya gairah seksual, perubahan tingkah laku dan aktifitas seksual, kualitas orgasme menurun, berkurangnya kemampuan ereksi, berkurangnya kemampuan ejakulasi dan menurunnya volume semen.

Bagaimana mendiagnosa Andropause ?

Pertanyaan di bawah ini dibuat oleh bagian Geriatri Universitas St. Louis, yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan apakah pemberian substitusi hormonal akan memberikan manfaat bagi penderita.
1.Apakah libido atau dorongan seksual Anda menurun akhir-akhir ini?
2.Apakah Anda merasa lemas, kurang tenaga?
3.Apakah daya tahan dan kekuatan fisik Anda menurun?
4.Apakah tinggi badan Anda berkurang?
5.Apakah Anda merasa kenikmatan hidup menurun?
6.Apakah Anda merasa kesal atau cepat marah?
7.Apakah ereksi Anda kurang kuat?
8.Apakah Anda merasakan penurunan kemampuan dalam berolahraga?
9.Apakah Anda sering mengantuk dan tertidur sesudah makan malam?
10.Apakah Anda merasakan adanya perubahan atau penurunan prestasi kerja?

Bila 3 jawaban “ya” atau minimal nomor 1 dan 7 “ya”, maka kemungkinan besar kadar testosteron Anda menurun. Periksakan kadar testosteron Anda sebelum jam 12.00 siang karena antara jam 07.00 dan jam 11 merupakan proses puncak produksi testosteron oleh testikel.

Bagaimana pengobatannya ?

Jika Anda mempunyai sindrom kekurangan testosteron dan memiliki kadar testosteron pada pagi hari (sebelum jam 12.00) di bawah 12 nmol/l atau di bawah 346/dl, maka Anda diindikasikan untuk mendapat penggantian testosteron dengan persyaratan tidak ada kontraindikasi kanker prostat.

Pemberian testosteron pada aging male dikawatirkan terjadi komplikasi pada kelenjar prostat tetapi penelitian akhir-akhir ini membuktikan tidak ada korelasi langsung antara testosteron plasma dengan manifestasi BPH dan kanker prostat, oleh karena BPH (benign prostatic hyperplasia) dan kanker prostat muncul karena proses aging. Untuk menghindari risiko tersebut sebelum pemberian hormon testosteron pada aging male, perlu dilakukan pemeriksaan rectal dan pemeriksaan laboratorium PSA (prostate specific Antigen). Pemeriksaan tersebut disarankan untuk diulang setiap tiga bulan selama pengobatan testosteron.

Bagaimana Pencegahannya ?

Pencegahannya adalah pola hidup sehat, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol, jika ada beban fisik segara selesaikan, kendalikan jika ada penyakit yang menyertai, dan hindari lingkungan yang tidak sehat.

Tujuan Pengobatan

Tujuan pengobatan andropause adalah mengembalikan parameter testosteron pada kadar normal, meningkatkan massa dan fungsi otot, mempertahankan BMD (Bone Mineral Density), menurunkan risiko patah tulang, meningkatkan kognisi (kemampuan berpikir) dan mood, dan meningkatkan fungsi seksual. Semua tujuan itu adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.

Untuk mencegah berbagai kesulitan dalam meniti hidup lebih lanjut pada pria tengah baya, kiranya sangat penting artinya bagi pria untuk mengenal, mengetahui, dan mengobatkan kumpulan gejala, tanda, dan keluhan andropause. Bahkan kalau mungkin, mencegah Andropause ! 
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer