qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
Obesitas dan Resistensi Insulin
19 Dec 2008

Angka kejadian obesitas dan diabetes melitus tipe 2 di Amerika dan negara-negara industri lainnya telah mencapai derajat epidemik. Kongres International Diabetes Federation (IDF) ke – 8 tahun 2003, melaporkan bahwa pada abad ini, dunia akan mengalami pandemic diabetes. Prevalensi diabetes di dunia adalah 7,5%, sedangkan di Asia sekitar 13,2%. Pada pertemuan tersebut juga dilaporkan bahwa pada tahun 2010, prevalensi diabetes akan meningkat pesat sehingga mencapai 221 juta penderita.

Obesitas berkaitan erat dengan keadaan resistensi insulin. Sampai saat ini, argumentasi ilmiah masih terjadi mengenai sel lemak mana yang menyebabkan resistensi insulin, sel lemak subkutan atau viseral? Saat ini, sel lemak bukan hanya merupakan sel yang berfungsi untuk menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak, akan tetapi merupakan sel yang aktif mengeluarkan berbagai komponen baik hormon, sitokin, Asam Lemak Bebas (ALB) ataupun lipoprotein lainnya.

ALB merupakan salah satu mediator penting yang disekresikan dari sel adipose, yang menghubungkan antara obesitas dengan resistensi insulin/DM tipe 2. Hingga kini ALB dikenal sebagai faktor patogenik untuk perkembangan terjadinya DM tipe 2. Peningkatan ALB dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin di otot skelet, hati dan sel endotel.

ALB dan Senyawa Oksigen Reaktif (ROS)

Mitokondria merupakan salah satu organel seluler tempat dihasilkannya energi, berupa adenosine trifosfat (ATP). Mitokondria terlibat dalam proses termogenesis, produksi stres oksidatif, sintesis protein dan steroid serta terjadinya apoptosis.

Berbagai studi menunjukkan bahwa penurunan kapasitas oksidatif dan kelainan mitokondria merupakan kontributor utama terhadap timbulnya resistensi insulin dan DM tipe 2. Selain memproduksi energi, mitokondriaa juga merupakan sumber penghasil utama ROS (Reactive Oxygen Species).
Satu konsekuensi dari respirasi mitokondrial adalah terbentuknya elektron yang tidak berpasangan atau disebut dengan radikal bebas. Interaksi antara elektron yang tidak berpasangan dengan oksigen (O2) akan menghasilkan radikal bebas Superoxide (O2-) yang merupakan salah satu ROS yang sangat reaktif. ROS memiliki waktu paruh yang sangat pendek dan beraksi cepat dengan DNA, protein dan lipid sehingga menyebabkan kerusakan oksidatif.

Peningkatan ALB dalam tubuh dapat menstimulasi timbulnya senyawa oksigen reaktif (ROS) di dalam sel, baik sel otot, hati, ataupun sel endotel melalui peningkatan respirasi mitokondria. Disfungsi endotel merupakan suatu keadaan yang dapat menimbulkan penyakit kardiovaskular.

Gangguan sekresi insulin pada sel B pankreas akan berdampak pada timbulnya keadaan toleransi glukosa terganggu (TGT), dimana tubuh harus meningkatkan kadar insulin sebagai kompensasi terhadap peningkatan glukosa dalam tubuh. Keadaan ini ditandai dengan hiperglikemia postprandial yang meningkat. Apabila keadaan ini terus berlangsung akan mengakibatkan timbulnya DM tipe 2.

Superoxide dismutase (SOD) merupakan salah satu parameter yang adapat digunakan untuk menilai adanya senyawa oksigen reaktif secara tidak langsung. SOD merupakan antioksidan yang berguna untuk pertahanan terhadap senyawa oksigen reaktif.

Ada 2 jenis SOD yaitu SOD intraseluler (Cu/ ZnSOD dan MnSOD) dan SOD ekstraseluler. Pemeriksaan SOD dilakukan dengan mengukur SOD pada eritrosit  sehingga dapat diasumsikan SOD yang diperiksa adalah SOD intraseluler.

Selain kadar glukosa yang tinggi, kadar ALB yang tinggi pun akan memicu terjadinya senyawa reaktif oksigen yang membuat ketidakseimbangan reaksi oksidasi reduksi, yang kemudian akan berdampak pada penurunan kadar antioksidan dalam tubuh.

Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan pemberian antioksidan. Penambahan terapi antioksidan guna meningkatkan kadar antioksidan intraseluler merupakan salah satu terapi tambahan pada kondisi resistensi insulin.
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer