qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
Vitamin D Penting untuk Jantung
5 Jan 2009

Kekurangan nutrisi dari paparan sinar matahari meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

Kekurangan vitamin D yang terutama diabsorbsi melalui paparan sinar matahari, meningkatkan risiko terhadap serangan jantung dan stroke, demikian penemuan dari penelitian terbaru. “Penelitian itu merupakan kesatuan studi mengenai peningkatan risiko kardiovaskular dengan kekurangan vitamin D,” kata Dr. James H. O'Keefe, direktur Mid America Heart Institute bagian pencegahan penyakit kardiovaskular di Kansas. “Hal itu dihubungkan dengan faktor risiko utama seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan pengerasan ventrikel kiri jantung dan pembuluh darah. Inflamasi berperan penting terhadap penyakit jantung dan seseorag yang kekurangan vitamin D mengalami penigkatan risiko terhadap inflamasi.

O’Keefe adalah pemimpin penelitian yang menjelaskan beberapa studi yang dipublikasikan pada tangggal 9 Desember 2008, pokok pikiran dari Journal of the American College of Cardiology. Penelitian memperkirakan setengah dari orang dewasa dan 30% dari jumlah anak-anak dan remaja di Amerika mengalami defisiensi atau kekurangn vitamin D, demikian menurut laporan.

Data terbaru dari studi jangka panjang mengenai jantung di Framingham menunjukkan bahwa seseorang dengan kadar  vitamin D dalam di bawah 15 nanogram/mL memiliki risiko 3 kali lipat terhadap serangan jantung, stroke, atau masalah kardiovaskular lain selama 2 tahun dibandingkan dengan seseorang dengan kadar vitamin D sebanyak 20 nanogram/mL.

Vitamin D disebut juga sebagai “vitamin sinar matahari” karena kulit manusia yang membuat nutrisi dengan bantuan paparan sinar matahari. Hanya 10 menit paparan sinar matahari antara pukul 10 pagi hingga 3 sore setiap harinya, sudah cukup untuk individu berkulit putih mendapatkan kadar vitamin D yang direkomendasikan, kata peneliti. Seseorang dengan warna kulit yang lebih gelap membutuhkan paparan yang lebih lama. Sunscreen dapat menghambat produksi vitamin D, peniliti menambahkan.

Namun perlu hati-hati, keseimbangan antara risiko dan manfaat dari paparan sinar matahari harus diperhatikan. “Paparan sinar matahari yang cukup adalah sesuatu yang bagus, namun penggunaan sunscreen untuk mencegah kanker kulit juga sangat penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari selama 15 hingga 30 menit, kata O’Keefe.  

Beberapa makanan juga kaya kandungan vitamin D. “Salmon dan ikan yang hidup di perairan bagian dalam merupakan sumber vitamin D yang bagus,” kata O’Keefe. “Namun, Anda harus mengkonsumsi 10 - 20 gelas susu per hari untuk mndapatkan kadar yang direkomendasikan.” Vitamin D yang direkomendasikan dalah 200 IU per hari bagi usia 50 tahun, 400 UI untuk usia 50 – 70 tahun, dan 600 UI per hari untuk usia lebih dari 70 tahun.

Salah satu jalan untuk mendapatkan kadar tersebut adalah dengan mengkonsumsi suplemen, kata O’Keefe. “Suplementasi dengan vitamin D terhadap peningkatan kesehatan memiliki bukti ilmiah yang kuat.”

“Hasil penelitian ini adalah laporan yang sangat penting,” kata Robert U. Simpson, profesor farmakologi di University of Michigan dimana kelompok penelitiannya adalah yang pertama mengidentifikasi reseptor vitamin D di sel-sel jantung.

Vitamin D tidak seperti vitamin yang lain, kata Simpson. “Vitamin D adalah prekursor hormon yang bertanggung jawab terhadap pembuatan senyawa yang sangat penting dalam proses kardiovaskular,” kata peneliti.

Suplementasi adalah jalan yang tepat untuk mendapatkan vitamin D yang cukup, kata Simpson. "Makanan bukanlah sutu pilihan yang jelas,” kata Simpson. “Anda tidak akan mendapatkan vitamin D yang cukup pada makanan yang biasa Anda makan. Suplementasi merupakan pilihan yang lebih baik meskipun Anda mendapatkan paparan sinar matahari setiap hari.”

Sumber : Journal of the American College of Cardiology

Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer