Aktifitas Mental Cegah Kehilangan Memori
25 Feb 2009
Kehilangan memori bukan bagian normal dari aging atau penuaan. Selama kita memperhatikan kesehatan fisik dan emosional, maka kita akan terhindar dari masalah tersebut. Kehilangan memori merupakan suatu bentuk ketidakaktifan dari aktifitas mental. Otak akan mengalami gangguan jika tidak digunakan. Berpikir, menurut beberapa penelitian dapat mencegah kehilangan memori dan dementia.
Berdasarkan penelitian baru yang dilakukan para peneliti Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, telah diamati 197 orang berusia 70 – 89 tahun yang mengalami penurunan kemampuan berpikir dari tingkat ringan dan yang telah didiagnosa kehilangan memori dan 1.124 orang dalam usia yang sama tanpa masalah kehilangan memori. Semua partisipan diberikan pertanyaan tentang aktifitas sehari-hari mereka pada tahun - tahun sebelumnya dan pada saat mereka berusia 50-65 tahun.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa para partisipan yang mempunyai kebiasaan membaca buku, bekerja dengan komputer, bermain games, dan membuat kerajinan tangan memiliki risiko 30-50% lebih rendah terhadap kehilangan memori dibandingkan yang tidak melakukan aktifitas mental tersebut. Partisipan yang mempunyai kebiasaan menonton televisi kurang dari tujuh jam sehari memiliki risiko 50% lebih rendah terhadap kehilangan memori daripada partisipan yang menghabiskan lebih dari tujuh jam sehari di depan televisi. Namun kebalikannya, menonton televisi selama empat jam signifikan meningkatkan risiko mengalami kehilangan memori.
Partisipan yang membaca majalah dan bersosialisasi selama pertengahan umurnya mengalami risiko 40% lebih rendah terhadap peningkatan kehilangan memori dibandingkan yang tidak melakukannya. “Penelitian ini sangat menakjubkan, karena menunjukkan bahwa aging does not need to be a passive process. Dengan melakukan olahraga berpikir yang sederhana, Anda dapat menghindari kehilangan memori di masa depan”, kata Dr. Yonas Geda, spesialis saraf dan anggota dari American Academy of Neurology.
Aktifitas lain yang dapat menstimulasi mental yaitu bermain video games yang terbukti dapat memperbaiki kemampuan berpikir pada usia lanjut. Pada akhir November 2008, sebuah tim dari Mayo Clinic dan University of Southern California mengumumkan bahwa komputer berbasis program pelatihan mental terbukti dapat memperbaiki kemampuan berpikir para lanjut usia selama sepuluh tahun.
Hubungan sosial yang erat juga diyakini dapat memperlambat penurunan kemampuan berpikir dan mengurangi kasus dementia atau kepikunan. “Faktor kunci pada pengelolaan atau perbaikan kapasitas mental di masa depan adalah keterlibatan sosial dan fleksibilitas. Seseorang yang berperan aktif dalam keluarga dan lingkungannya dan yang aktif melakukan pengalaman baru mengalami kesuskesan lebih besar daripada yang tidak melakukannya,” kata Dr. Joseph G. Sweeting, professor of clinical medicine, yang berkata pada The Columbia University College of Physicians and Surgeons Complete Home Medical Guide.
Penelitian terbaru telah dilakukan pada para responden dengan tingkat pendidikan yang tinggi untuk mengetahui fungsi mental di masa depan. Para ahli berpikir bahwa pendidikan yang maju dapat memelihara kekuatan memori karena membuat seseorang memiliki kebiasaan yang membuat mental menjadi aktif. Seseorang yang memiliki kemampuan dua bahasa resisten terhadap kehilangan memori.
Dengan memperhatikan tingkat pendidikan, Anda dapat menjadi pembelajar yang aktif dengan memberikan tantangan pada diri Anda sendiri dengan membaca secara teratur dan mengikuti kasus terkini. Tekuni hobi baru dan bahasa ataupun melakukan tantangan games adalah olahraga mental yang baik bagi otak Anda. Para peneliti percaya bahwa aktifitas mental tersebut dapat menstimulasi otak dengan meningkatkan cadangan kemampuan berpikir dan kemampuan menghambat kepikunan.
Gunakan otot mental Anda atau Anda akan kehilangan memori !
