Testosteron Lambang Keperkasaan Pria Sejati
14 Apr 2009
Banyak orang menganggap kejantanan seorang pria terletak pada kemampuannya memberi keturunan atau kesanggupan menjalankan fungsi seksual dengan baik. Jika seorang pria tidak mampu melakukan kedua hal tersebut, dalam ilmu kedokteran disebut dengan hipogonadisme atau penurunan kadar testosteron dalam darah, yang banyak ditemukan pada pria lanjut usia.
Testosteron merupakan hormon penentu apakah seorang pria layak disebut mengalami hipogonadisme atau tidak. Testosteron bertanggung jawab terhadap perkembangan pria dari kanak-kanak hingga dewasa.
Testosteron diproduksi oleh testis, masuk ke pembuluh darah, dan bekerja pada organ-organ tubuh. Testosteron dibutuhkan pria untuk pembentukan fisik, mental, dan seksualnya. Selain mengatur keinginan seksual, testosteron juga bertanggung jawab terhadap pembentukan rambut dan kumis, membentuk dan mempertahankan struktur tulang, membantu pembentukan sel darah merah, pembentukan otot, mempertahankan daya ingat, koordinasi dan konsentrasi.
Menurut Prof. Louis Gooren, endokrinolog dari Vrije Universiteit Medical Center, Amsterdam, berkurangnya testosteron terjadi saat testis tidak lagi menghasilkan testosteron dalam jumlah memadai, yaitu sedikitnya 5-7 mg testosteron setiap hari.
Hipogonadisme atau disebut Testosteron Deficiency Syndrom sangat mengganggu kehidupan seorang pria. Berkurangnya genggaman otot, kulit kering dan kasar, berat badan bertambah secara bertahap, massa otot hilang, tidak mampu berkonsentrasi dan mengingat dengan baik merupakan gejala-gejala yang dirasakan seroang pria yang mengalami hipogonadisme. Situasi tersebut membutuhkan suatu perawatan dan terapi yang tepat.
‘’Tujuan terapi adalah untuk menormalkan kembali kondisi dan memberikan kadar testosteron yang cukup dalam darah‘’, demikian kata Prof. Gooren. Bentuk hormon pengganti testosteron yang bayak digunakan adalah bentuk suntikan. Tentu saja terapi tersebut menimbulkan rasa sakit karena kandungan minyak pada sediaan injeksi pelan-pelan harus didistribusikan ke dalam otot.
Saat ini, telah dilansir produk hormon pengganti testosteron yang praktis yaitu bentuk gel. Tanpa rasa sakit, sediaan gel ini nyaman digunakan karena menimbulkan sensasi dingin pada kulit. Sediaan gel testosteron dioleskan pada kulit badan yang tidak atau jarang ditumbuhi rambut seperti perut, paha bagian dalam, dan punggung agar penyerapannya lebih mudah dan cepat. Sama seperti bentuk sediaan testosteron yang lain, bentuk testoston gel diserap melalui kulit dan masuk ke pembuluh darah untuk memenuhi kebutuhan testosteron yang memadai.
Meskipun dalam berbagai penelitian ditengarai bahwa pengobatan yang mengandung testosteron dapat menimbulkan tumbuhnya kanker prostat, namun pendapat itu tidak terbukti secara klinis. Logikanya, pada pria lanjut usia, hormon testosteron akan menurun, sehingga tepat bahwa terapi hormon testosteron dilakukan pada pria yang mengalami hipogonadisme. Pemeriksaan kadar testosteron sebelum dan setelah menggunakan terapi testosteron sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko tersebut. Pengukuran kadar testosteron terbaik yaitu pukul 07.00 – 11.00 WIB, karena pada waktu tersebut, produksi hormone testosteron mencapai puncaknya. Rekomendasi terakhir para androlog menyebutkan bahwa bila tingkat total testosteron di atas 12 nmol/L (346 ng/dL) atau testosteron bebas di atas 250 pmol/L (72 pg/mL), terapi dengan testosteron tidak diperlukan. Namun, bila kadar testosteron antara 8 nmol/L dan 12 nmol/L atau testosteron bebas antara 18 pmol/L dan 250 pmol/L, seseorang dinyatakan sudah masuk batas terkena hipogonadisme.
Tunggu apalagi ? Periksakan segera kadar testosteron Anda untuk membangkitkan kembali hidup Anda !
