qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
Disfungsi Ereksi pada Kencing Manis
21 Apr 2009

Penyakit Kencing Manis (Diabetes Melitus) adalah penyakit kronis-metabolik yang dapat mengganggu seluruh sistem metabolisme tubuh. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah kasus penderita diabetes melitus (DM). Penderita DM di Indonesia menduduki rangking ke 4 di dunia dan  jumlahnya mencapai: 8,4 juta (tahun 2000) serta diperkirakan jumlahnya terus meningkat pada tahun 2030 menjadi 21,3 juta jiwa.

Salah satu komplikasi DM yang paling ditakuti bagi pria penderita DM adalah: Disfungsi Ereksi (D E),  yaitu: suatu kondisi berupa ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi pada Mr Happy-nya secara maksimal dalam kurun waktu 6 bulan terakhir untuk dapat melakukan hubungan seksual secara sempurna, dan kondisi ini akan berdampak terhadap ketidak harmonisan pada pasangannya.

Lebih dari 50 %  pria penderita DM memberikan komplikasi DE. Dan hampir 30% dari kasus DE yang diakibatkan dari komplikasi DM tidak mendapat hasil secara maksimal  akibat penanganannya yang tidak efektif dan  tuntas, sehingga  penderita yang mengalami gangguan Disfungsi ereksi  pada D M merasa frustasi untuk mencari pengobatan, bahkan timbul persepsi dari penderita DM untuk berpasrah diri untuk menerima kodrat.

Justru seorang pria baru menyadari menderita penyakit penyakit Kencing Manis setelah merasakan adanya gangguan pada Mr. Happy-nya (disfungsi ereksi). Jadi DE dapat dipakai salah satu prediktor /petanda dari kemungkinan  adanya penyakit Kencing Manis.

GANGGUAN FUNGSI SEKSUAL PADA  DM

Gangguan potensi seksual pada DM bukan hanya berupa gangguan pada sistem fungsi Ereksinya saja, tetapi juga akan mengalami gangguan fungsi respons seksual lainnya berupa:
-  Menurunanya dorongan serta libido / gairah seksual.
-  Gangguan ejakulasi (jumlah maupun pancaran/semburan mani menjadi berkurang).
-  Intensitas orgasme juga menurun.

Penderita DM baru merasakan/mengeluh adanya gangguan pada Mr Happy-nya setelah menderita DM 10-15 tahun lamanya, semuanya tergantung dari kedisiplinan penderita DM untuk dapat mengontrol kadar gula darahnya mendekati nilai normal. Makin bisa mengontrol kondisi DMnya secara baik, makin lama akan terjadinya DE , demikian juga sebaliknya.

MEKANISME DISFUNGSI EREKSI PADA  DIABETES MELITUS

Proses terjadinya Disfungsi ereksi pada penderita DM adalah: terjadinya gangguan pada sistem saraf  (peripheral neuropathy), gangguan sistem pembuluh darah (vascular system) dan hypogonadism (gangguan pada sistem hormonal). Ketiga sistem tersebutlah yang membuat penderita DM berusaha  mencari pengobatan untuk mengembalikan fungsi Mr. Happy-nya. Resiko untuk terjadinya gangguan  Fungsi Ereksi pada DM adalah 2 X lebih besar dibandingkan dengan yang bukan DM.

Kegagalan Terapi Disfungsi Ereksi pada D M
Pengalaman Klinis menunjukkan bahwa hampir 20%-30% penderita disfungsi ereksi pada DM, gagal memdapatkan hasil secara maksimal dengan terapi yang ada, bahkan  dengan terapi Injectie Intra cavernosa sekalipun (terapi langsung pada Mr Happy-nya).

Beberapa keluhan gangguan DE pada DM adalah: penderita merasakan hasil terapi yang didapat / yang ada  tidak memberikan hasil secara memuaskan, sehingga diperlukan peningkatan dosis (walaupun tetap tidak memberikan hasil) serta selalu merasakan akan ketergantungan obat.

Kondisi ini disebabkan karena:  adanya Resistensi Insulin ( berkurang / tidak berfungsinya kembali hormon  Insulin untuk dapat mengatur kadar gula darah dalam tubuh), sehingga mengakibatkan   kadar gula dalam darah menjadi tinggi yang selanjutnya akan memicu menumpuknya radikal bebas (racun)  didalam semua sistem organ tubuh serta mengakibatkan  terjadinya Hypogonadism (gangguan pada sistem hormonal).

Beberapa faktor pemberat terjadinya gangguan fungsi ereksi pada penderita Kencing Manis yaitu: adanya resistensi insulin, gangguan hormonal (hypogonadism), kadar gula darah tidak terkontrol, adanya penyakit  sistemik lainnya  seperti: gangguan kolesterol (dyslipidemia), hipertensi dan obesitas serta usia lanjut.

PENANGANAN - TERAPI

Apakah gangguan DE pada penderita DM harus berpasrah diri ??
J a w a b a n n y a:
 T I D A K   !!!
Penanganan kasus Gangguan Fungsi Ereksi pada penderita Kencing Manis  memerlukan terapi yang spesifik dibandingkan dengan kasus DE akibat dari penyebab yang lainnya.

Dengan Terapi Anti Aging (  TAA plus ), suatu terapi  secara hormonal yang memberikan hasil yang cukup memuaskan (99%)  bahkan pada kasus yang berat sekalipun tanpa merasa ketergantungan.

Keberhasilan terapi, tidak lepas dari disiplin diri terhadap pengaturan pola diet makanan, olah raga, rajin mengontrol gula darah secara rutin dan berkesinambungan.


oleh :
dr Herry S. Lubis, SpAnd
Androlog
Konsultan: Klinik Andrologi-Seksologi
Rumah Sakit  P E L N I - Jakarta

   
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer