qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
Hipertensi – Ancaman Kehidupan !
22 Jun 2009

Kini Suhartono telah mengubah gaya hidupnya. Ia berhenti merokok, minum kopi, dan rajin berolahraga. Ia sekarang juga teratur minum obat hipertensi. Pasalnya, dokter memvonis bahwa dirinya menyandang hipertensi. 

Masih di ruang tunggu yang sama, pasien lain juga mengalami hipertensi. Menurut penuturannya, Maryani telah menderita hipertensi sejak lama, karena penyakitnya itu didapat dari warisan orang tuanya. Namun Maryani juga sadar bahwa dirinya gemar menyantap ikan asin sejak muda.

Pada kasus yang sama, Juminten memiliki berat badan berlebih dengan tingginya yang 165 cm dan berat badan 80 kg. Karena kondisinya itu, ia harus rajin bolak – balik ke rumah sakit.
 
Menurut dr. Iva Diansari, MARS, Kepala Puskesmas Jagakarsa, setiap pasien hipertensi harus  rajin kontrol. Untuk pasien yang pertama kali divonis hipertensi, harus kembali control setelah obat habis, biasanya sekitar 3-4 hari. Jika mengalami perubahan, control seminggu sekali, sebulan sekali, hingga benar-benar terkontrol.

Hipertensi adalah pembunuh tanpa gejala. Pembagian hipertensi menurut Joint National Committee on Hypertension ke-7 ada 4. Optimal jika tekanan darah (TD) 120/80 mmHg, pra hipertensi bila TD melebihi 120/80 mmHg, disebut hipertensi tingkat 1 jika TD melebihi 140/80 mmHg, dan hipertensi tingkat 2 bila TD melebihi 160/80 mmHg.

“Risiko hipertensi dimiliki oleh setiap orang. Risiko akan meningkat jika terlalu banyak asupan garam, kegemukan, minum obat tertentu, meorok, stress, dan berusia di atas 40 tahun, “ demikian kata DR. Dr. Bambang Budi Siswanto, SPJP, FIHA dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.

Perhimpunan Hipertensi Indonesia mencatat bahwa konsumsi garam rata-rata orang Indonesia tiga kali lebih besar dari anjuran badan kesehatan dunia (WHO) yaitu maksimal 5 gram atau satu sendok the sehari.

Prof. DR. Ir. Khomsan, MS, Guru Besar Pangan dan Gizi IPB menjelaskan bahwa pemicu hipertensi yakni tubuh tidak dapat mengeluarkan natrium dengan baik. Untuk mengusir natrium yang berlebihan dari dalam tubuh konsumsi kalium dan kalsium. Melon dan ketimun kaya akan kalium, sedangkan susu kalsium juga baik untuk mengusir natrium. Vetsin juga harus dihindari karena kandungan natriumnya cukup tinggi.

Kebanyakan orang berobat ke rumah sakit setelah mereka mengalami stroke dan serangan jantung, karena kesadaran masyarakat akan pencegahan penyakit masih sangat rendah. Lakukan pemeriksaan rutin tekanan darah, diet rendah garam, berhenti merokok, olahraga, dan teratur minum obat dari dokter adalah upaya untuk mengontrol hipertensi.

Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer