qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
Vitamin D dan Asam Folat Membantu Alergi dan Asma
14 Jul 2009

Ada dua penelitian baru yang memperlihatkan kekuatan nutrisi untuk alergi dan asma. Pada salah sebuah penelitian, orang dengan kadar asam folat dalam darah yang lebih tinggi memiliki antibodi IgE yang lebih tinggi, lebih sedikit mengalami alergi, lebih jarang mengalami nafas yang berbunyi, dan lebih rendah mengalami asma. Pada penelitian yang lain para peneliti menemukan bahwa kadar vitamin D dalam darah yang lebih rendah pada anak dihubungkan dengan keparahan alergi dan asma.

Kejadian asma pada anak-anak dikaitkan dengan obesitas dan penggunaan antibiotik yang berlebihan yang menyebabkan pertumbuhan candida secara berlebihan sehingga akan menyebabkan tanda-tanda peradangan pada saluran pernafasan yang disebabkan candida.

Nutrisi sangat penting dan kadar kecil nutrisi akan menimbulkan masalah-masalah kesehatan. Pada seseorang yang terkena asma maupun mengalami alergi memiliki kadar magnesium yang rendah. Vitamin C dan bioflavonoid, khususnya quersetin sangat membantu kondisi tersebut.

Pada studi asam folat, para peneliti mengamati laporan medis dari 8000 orang berusia 2 hingga 85 tahun dengan membandingkan kadar asam folat dalam darah dengan kadar antibodi IgE, a key immune system marker that elevates to an allergen. Orang-orang dengan kadar asam folat dalam darah lebih tinggi memiliki antibodi IgE lebih rendah, lebih sedikit mengalami alergi, lebih jarang nafasnya berbunyi, dan lebih rendah mengalami asma. Para peneliti meyakini bahwa asam folat sangat membantu mengurangi peradangan.

“Kami menemukan indikasi yang jelas bahwa asam folat benar-benar membantu mengatur respon imun terhadap alergen dan mengurangi gejala alergi dan asma,” kata pemimpin penelitian Elizabeth Matsui, M.D. M.H.S., ahli alergi pada anak pada  Hopkins Children.

Pada studi tentang vitamin D, para peneliti menemukan bahwa anak-anak dengan kadar vitamin D yang lebih rendah signifikan mendapatkan perawatan rumah sakit karena asma pada tahun 2008, dan cenderung mengalami hiperaktifitas pada saluran pernafasan, serta menggunakan pengobatan kortikosteroid secara inhalasi, secara keseluruhan mengalami tingkat keparahan asma yang signifikasn lebih tinggi. Penyebab alergi tersebut yaitu antara lain sensitif terhadap debu ataupun tungau.

Jelas terlihat bahwa kekurangan nutrisi dapat menyebabkan reaksi peradangan yang berlebihan yang meliputi alergi dan asma.
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer