qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
Kurang Tidur Berisiko Hipertensi
23 Jul 2009

Kehilangan satu jam waktu istirahat di malam hari selama lebih dari lima tahun meningkatkan risiko hipertensi sebesar 37%. Demikian yang dilaporkan oleh surat kabar Reuters di Amerika pada hari Selasa, 9 Juni 2009.

Menurut para peneliti di Amerika, individu tengah baya yang mempunyai kebiasaan kurang tidur cenderung mengalami peningkatan tekanan darah. Penelitian itu dilakukan dengan mengukur durasi tidur pada individu tengah baya, ditemukan bahwa kehilangan rata-rata 1 jam waktu tidur selama lebih dari lima tahun meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah hingga 37%.

Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa tidur yang kurang menyebabkan pria berkulit hitam memiliki risiko hieprtensi. “Orang-orang yang kurang tidur lebih dari lima tahun memiliki risiko lebih tinggi terhadap hipertensi,” Kristen Knutson dari Universitas Chicago melaporkan dalam catatan kedokteran penyakit dalam.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengawasan Penyakit di Amerika, orang dewasa membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam untuk tidur. Pada anak-anak, kekurangan waktu tidur memperlihatkan peningkatan risiko obesitas, depresi, dan tekanan darah tinggi sedangkan pada lanjut usia mengakibatkan meningkatnya risiko jatuh. Pada individu berusia sekitar 30 tahun dapat meningkatkan risiko terhadap infeksi, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Tim peneliti mempelajari 578 orang dewasa dengan kisaran usia 40 tahun. Mereka melakukan pengamatan terhadap tekanan darah dan mengukur seberapa lama mereka tidur. Hanya 1% yang mempunyai kebiasaan tidur 8 jam atau lebih.

Para partisipan rata-rata tidur selama 6 jam. Mereka yang kurang waktu tidur cenderung mengalami peningkatan tekanan darah selama lebih dari 5 tahun dan setiap kekurangan waktu tidur sebanyak 1 jam akan meningkatkan risiko tersebut.

“Jika Anda membandingkan waktu tidur selama 6 jam dan 5 jam, orang yang tidur selama 5 jam akan memiliki risiko sebesar 37% lebih tinggi terhadap hipertensi,” demikian kata Knutson.
Tim peneliti juga menemukan dalam penelitian, bahwa pria, terutama pria berkulit hitam yang mengalami kurang waktu tidur cenderung mengalami peningkatan risiko terhadap hipertensi yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita berkulit putih. “Berdasarkan data dari dua penelitian yang ada, bahwa tekanan darah lebih tinggi dialami oleh orang Amerika Afrika berkaitan dengan lamanya durasi tidur, “ kata Knutson dan koleganya.

Secara keseluruhan, penelitian tidak menjelaskan tentang sleep apnea, tipe mendengkur yang berbahaya yang diketahui dapat meningkatkan risiko hipertensi. “Para partisipan dengan kualitas tidur yang buruk memiliki risiko tekanan darah yang lebih tinggi, tidak memperhatikan apakah mereka mendengkur atau tidak, “ kata Knutson. Jenis kelamin juga mempengaruhi hal tersebut.

Knutson berkata bahwa tidur yang kurang memiliki pengaruh yang sama pada pria apakah dia mendengkur atau tidak. Namun, wanita yang mendengkur memiliki risiko peningkatan tekanan darah. Tidak dijelaskan mengenai hal tersebut, namun Knutson mengatakan bahwa mendengkur lebih jarang terjadi pada wanita dan apabila terjadi, lebih berkaitan dengan sleep apnea.

Knutson mengatakan bahwa penelitian-penelitian tersebut membuktikan bahwa orang-orang yang mempunyai kebiasaan tidur cukup dapat memangkas risiko hipertensi, yang mempengaruhi sepertiga warga Amerika dan memberikan dampak hingga 7 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer