qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
AKTIFITAS APA SAJA YANG EFEKTIF MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL?
27 Oct 2009

Tubuh bisa membuat tipe kolesterol apa yang dibutuhkan. Semakin banyak kolesterol diperoleh dari makanan, semakin sedikit kolesterol yang dibuat oleh tubuh kita sendiri. Ini membuat kadar kolesterol kita secara otomatis terkendali. Namun, pola makan yang mengandung lemak transgenik dan lemak jenuh, yang biasa dikonsumsi orang yang suka memakan makanan tidak sehat, dapat membuat tubuh tak mampu mengatur kadar kolesterolnya lagi.

Kolesterol mencerminkan jumlah lemak yang dibawa di dalam aliran darah oleh lippoprotein yang berbeda. Angka digunakan sebagai ukuran untuk memprediksikan resiko anda mengalami serangan jantung. Jumlah total kolesterol anda tidak sepenting angka yang ditunjukkan oleh setiap komponennya, yaitu LDL, HDL, dan trigliserida anda.

High Density Lippoprotein (HDL) dianggap menguntungkan karena tipe kolesterol ini membersihkan darah dari kelebihan lemak dan kolesterol. Sebaliknya, Low Density Lippoprotein (LDL) dianggap mengkhawatirkan karena tipe ini berperan dalam membangun plak-plak pada dinding pembuluh darah anda. Penelitian terkini menunjukkan bahwa ukuran dari tiap partikel ini sama pentingnya dengan jumlahnya. Jadi, apabila semakin besar dan halus LDL anda, maka akan semakin kecil perannya untuk menutupi dinding pembuluh darah anda, dibandingkan dengan yang berbentuk lebih kecil dan lebih padat. (Namun, jenis uji darah untuk mengetahui ukuran LDL sering tidak dilakukan pada pemeriksaan reguler).

Para ahli setuju bahwa kolesterol, terutama dengan tingkat LDL pada atau di atas garis batas perlu ditangani untuk menurunkan resiko serangan jantung. Dokter menyarankan kadar LDL di bawah 100 mg/dL (miligram per desiliter darah) dan di bawah 70 mg/dL bagi mereka yang memiliki faktor resiko kesehatan lainnya. Kadar trigliserida sebaiknya di bawah 150 mg/dL dan kolesterol “baik”, HDL, harus tetap dijaga tinggi, di atas 40 mg/dL atau secara optimal di atas 60 mg/dL.

Penderita diabetes tipe 2 atau penderita penyakit jantung perlu segera menurunkan kolesterol mereka, sehingga para dokter biasanya memberi resep obat-obatan statin yang bisa langsung terlihat hasilnya, seperti Lipitor dan Zocor. Pada dosis tertinggi, kedua obat potensial ini mampu menurunkan kadar kolesterol “jahat” dari 20 persen menjadi 60 persen dalam hanya beberapa bulan. Namun, bahkan bila mendapatkan resep obat-obatan statin, perubahan gaya hidup – pola makan yang lebih baik dan lebih banyak berolahraga – merupakan satu kesatuan dari perawatan jangka panjang.

Tuntunan pola makan sehat di antaranya dengan mengurangi penyebab utamanya, yaitu lemak jenuh hewani (seperti daging dan produk susu berlemak tinggi) dan lemak transgenik (minyak hidrogenasi) dalam makanan. Pola makan yang disarankan sebaiknya memiliki total lemak kurang dari 35 persen dengan kurang dari 7 persen lemak jenuh dan lemak transgenik seminimal mungkin. Mengkonsumsi banyak buah, sayur, biji-bijian, dan lemak tak jenuh yang “baik” seperti yang ada pada kacang-kacangan, juga bisa membantu menurunkan LDL dan meningkatkan HDL. Pola makan dengan serat larut tinggi, jenis serat yang ada pada oatmeal, supplement psyllium, dan kacang-kacangan kering, juga dapat menurunkan kadar LDL.

Satu masalah ketika berperang dengan kolesterol jahat menggunakan pola makan hanyalah bahkan jika kadar LDL turun, maka kadar HDL juga turun. Menjaga HDL tetap tinggi sangatlah penting karena diperkirakan bahwa setiap 1 mg/dL kenaikan HDL, makan resiko penyakit jantung koroner turun sampai 3 persen. Namun, melakukan olahraga bersifat aerobik bersama dengan perubahan pola makan dapat mencegah atau mengurangi laju penurunan HDL. Olahraga tanpa pola makan pun bekerja sampai taraf tertentu. Efek terbesar olahraga dalam meningkatkan kadar kolesterol ialah meningkatkan kadar HDL dan menurunkan trigliserida. Namun, untuk membuat kadar HDL meningkat di atas batas minimal, olahraga perlu dilakukan rutin dan menghabiskan cukup energi untuk membakar setidaknya 800 sampai 1200 kalori per minggu. Jenis olahraga aerobik apa pun – dari berjalan, lari, berenang, dan bersepeda – ada manfaatnya. Berjalan tiga mil sejam membakar sekitar 300 kalori. Agar bisa mendapatkan manfaatnya, seseorang perlu berjalan sekitar 8 sampai 12 mil seminggu atau melakukan aktifitas aerobik lainnya setidaknya 30 menit dalam enam hari atau lebih seminggu. Olahraga bisa menurunkan kadar trigliserida sekitar 15 sampai 20 persen. Bisa dilihat ada kesamaan jumlah yang diperlukan untuk meningkatkan pengaruhnya – direkomendasikan membakar setidaknya 1200 kalori setiap minggu dan bahkan 2500 sampai 3000 kalori per minggu.

Bagaimana aktifitas fitnes berpengaruh pada kadar LDL tidaklah terlalu jelas. Penurunan dari 5 persen sampai 19 persen pernah ditemukan, tapi seringkali disertai turunnya berat badan dan hilangnya lemak. Namun, beberapa penelitian menemukan bahwa LDL berkurang bahkan tanpa perubahan berat badan, biasanya merupakan hasil pembakaran setidaknya 1200 kalori per minggu. Apabila olahraga tidak dapat menurunkan LDL secara konsisten, setidaknya olahraga bisa memperbaiki kualitas LDL tersebut. Penelitian awal menunjukkan bahwa olahraga aerobik rutin bisa memproduksi lebih banyak jenis LDL yang lebih besar dan lebih halus.

Tidak terlalu jelas apakah latihan angkat beban mempengaruhi kadar kolesterol. Karena perubahan ini biasanya bergantung pada total kalori yang dibakar dan latihan angkat beban cenderung membakar lebih sedikit kalori daripada olahraga aerobik sedang atau berat, nampaknya pengaruhnya tidak terlalu besar. Lagipula, peneliti masih belum sepakat mengenai intensitasnya – sekeras apakah olahraga itu dilakukan – juga berperan atau tidak. Untuk melihat sebagian besar perubahan kolesterol, olahraga tersebut setidaknya yang berintensitas sedang (jalan cepat atau mengendarai sepeda di mana anda bergerak pada intensitas yang kira-kira terasa “berat” atau “keras”). Dosis olahraga yang bisa memberikan hasil memang belum ditentukan secara akurat, tapi satu sesi setidaknya cukup lama untuk membakar 350 kalori sekaligus atau berakumulasi sekitar 1200 sampai 2500 kalori selama satu minggu.

Olahraga sebagai terapi anti kolesterol tidaklah sesuai bagi banyak orang. Sebagian orang sepertinya lebih resisten terhadap perubahan, terutama kadar HDL-nya, kemungkinan disebabkan oleh genetik. Camkan bahwa olahraga merupakan pendekatan perlahan dan anda mungkin tidak akan melihat perubahannya selama tiga sampai enam bulan. Namun bahkan jika olahraga tidak memperbaiki kadar kolesterol anda, olahraga selalu baik dilakukan karena membantu mengurangi faktor resiko serangan jantung lainnya, seperti tekanan darah tinggi.

 
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer