MAKANAN VS OBAT-OBATAN STATIN UNTUK PENGOBATAN KOLESTEROL
29 Oct 2009
Kombinasi Makanan Penurun Kolesterol yang Efektif
New York (Reuters Health) – Peneliti dari Kanada melaporkan bahwa mengkonsumsi empat jenis makanan penurun kolesterol setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol sama efektifnya seperti meminum obat statin generasi pertama.
Penyusun utama penelitian ini, Dr. David J.A. Jenkins dari RS St. Michael, Toronto, mengungkapkan pada Reuter Health bahwa satu-satunya efek samping dari diet yang mewajibkan konsumsi serat, kacang-kacangan, tanaman yang mengandung sterol, dan almond dalam jumlah besar ini adalah “turunnya sedikit berat badan”.
“Kami berharap dapat mengendalikan kadar kolesterol orang pada umumnya lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya. “Saran yang ditawarkan sejauh ini telah membuat banyak orang tak memiliki pilihan lain selain mengkonsumsi obat-obatan statin.”
Penelitian Jenkins seperti yang dilaporkan di American Journal of Clinical Nutrition cukup unik karena sebagian peserta telah mengikuti studi mengenai statin sebelumnya, sehingga Jenkins dan rekan-rekannya bisa membandingkan efek dari pola makan tersebut dan obat-obatan pada orang yang sama.
Para peneliti meminta 66 orang dengan kadar kolesterol tinggi untuk memakan tujuh porsi makanan yang mengandung serat tinggi – contohnya sepotong roti oat bran (sejenis gandum), atau dua sendok teh psyllium, atau dua cangkir terung mentah; tujuh porsi makanan yang kaya akan protein kedelai, seperti secangkir sari kedelai atau burger kedelai; 5 sendok teh margarin yang memiliki saripati tumbuhan yang mengandung sterol (merupakan sejenis molekul organik yang biasanya terkandung di dalam tanaman, hewan, dan jamur) ; dan 42 gram atau 1.5 ons almond.
Peserta penelitian mampu mengkonsumsi almond dan tanaman bersterol hampir sejumlah yang diminta, tapi mengalami kesulitan memenuhi porsi serat dan kedelai seluruhnya. Lima puluh lima orang menyelesaikan penelitian yang berlangsung setahun ini.
Pada minggu ke-12, kadar kolesterol jahat (LDL) telah turun 14 persen. Setahun kemudian, kadarnya tetap tiga belas persen di bawah kadar sebelum penelitian dimulai. Hanya di bawah sepertiga jumlah peserta yang memiliki penurunan kadar kolesterol LDL lebih dari 20 persen.
Jenkins dan timnya menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki penurunan kadar kolesterol jahat lebih dari 20 persen telah menerapkan pola makan yang hampir sama seperti yang diminta. Tak terlihat adanya perbedaan hasil diet tersebut dengan perawatan menggunakan obat-obatan statin.
Jenkins dan timnya mencatat penurunan lebih dari 20 persen ini sama dengan hasil yang terlihat pada penggunaan obat-obatan statin, di mana kemudian dikaitkan dengan turunnya jumlah kematian karena serangan jantung sebanyak 25-35 persen.
Ia dan rekan-rekannya menyimpulkan bahwa pola makan yang digunakan dalam penelitian akan meningkatkan minat orang-orang yang memilih untuk tidak mengkonsumsi statin karena alasan pribadi atau mereka yang mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut. Terlebih lagi lebih banyak makanan yang mengandung kedelai, serat, almond, dan tanaman yang mengandung sterol, tersedia di pasaran.
Sumber : American Journal of Clinical Nutrition
