qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
ORANG YANG MEMILIKI UANG PENSIUN TIDUR LEBIH NYENYAK SETELAH MASA PURNA TUGAS
10 Nov 2009

Reuter Health melaporkan bahwa ada hal lain yang perlu dinantikan para pensiunan selain bermain golf yaitu – tidur lebih nyenyak – terlebih jika mereka mendapatkan uang pensiun yang cukup dan pensiun yang relatif lebih awal.

Itulah yang disimpulkan Dr. Jussi Vahtera dan rekan-rekannya dari Universitas Turku di Finlandia dari sebuah penelitian terhadap 14.714 orang yang pensiun dari Perusahaan Listrik dan Gas Negara asal Perancis. Namun, Vahtera menambahkan keterangan pada pernyataan awal, karena para karyawan yang diteliti ini memiliki uang pensiun yang memadai, termasuk uang pensiun umum, kesimpulan ini tidak bisa diterapkan kepada semua orang.

“Namun, pada negara-negara dan pekerjaan-pekerjaan yang tidak menyediakan tingkat pensiun yang layak untuk menjamin keamanan finansial pasca usia kerja, masa pensiun bisa diikuti stres akut yang mengganggu tidur lebih dari sebelum masa pensiun,” ujar Vahtera.

Para peneliti menekankan di dalam jurnal Sleep, tidur cenderung makin terganggu seiring pertambahan umur. Sementara itu, jadwal dan tekanan kerja juga bisa mengganggu tidur. Untuk menyelidiki sejauh mana masa pensiun mempengaruhi tidur seseorang, para peneliti mengikuti karyawan-karyawan itu selama tujuh tahun sebelum mereka pensiun dan tujuh tahun setelah mereka pensiun.

Usia pensiun rata-rata mereka ialah 55 tahun dan 79 persen peserta penelitian adalah laki-laki. Setahun sekali, semuanya disurvei mengenai faktor sosial dan kesehatan, termasuk gangguan tidur. Hanya 4 persen yang pensiun karena masalah kesehatan.

Walau presentase orang yang dilaporkan mengalami gangguan tidur perlahan meningkat seiring pertambahan umur – dari 23 persen pada tujuh tahun sebelum mereka pensiun sampai 25 persen pada setahun sebelum pensiun – angka tersebut menurun drastis saat orang tersebut pensiun. Setahun setelah meninggalkan pekerjaan, 18 persen peserta penelitian melaporkan adanya gangguan tidur. Namun, persentase ini meningkat lagi, mencapai 21 persen pada saat 7 tahun setelah pensiun.

Peningkatan kualitas tidur terbesar ditemukan pada pria, sebagaimana para manajer, pekerja shift malam, dan mereka yang memiliki pekerjaan yang menuntut.

Secara keseluruhan, laporan adanya gangguan tidur setelah pensiun turun 26 persen lebih rendah. Namun, perbedaannya cukup besar bagi mereka yang mengalami depresi atau lelah mental selama masa kerja merka. Resiko gangguan tidur mereka turun sampai 45 persen.

Satu-satunya kelompok orang yang sesungguhnya mengalami gangguan tidur lebih buruk setelah pensiun ialah mereka yang meninggalkan tempat kerja karena alasan kesehatan. Mereka satu setengah kali lebih beresiko mengalami gangguan tidur setelah pensiun dibandingkan sebelumnya.

“Kemungkinan bahwa kesehatan dan kondisi bahasia seseorang secara signifikan lebih buruk pada saat masa kerja daripada saat pensiun menandakan sebuah tantangan besar untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja pada masyarakat Barat yang mana biaya hidup populasi orang tua hanya bisa ditanggulangi dengan peningkatan usia pensiun rata-rata,” para peneliti menyimpulkan.

Sumber : Sleep, 1 November 2009
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer