qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
qvida
Home | Sitemap | FAQ Search :
Member Select
User ID
Password
BENARKAH DIABETES MEMPERLAMBAT LAJU ALZHEIMER?
1 Jun 2010

Para ahli dari Amerika mengatakan, sebuah penelitian dari Perancis yang menemukan bahwa penderita Alzheimer yang mengidap diabetes memiliki tingkat kehilangan memori lebih rendah daripada penderita Alzheimer yang tidak mengidap diabetes perlu diperhatikan.

“Studi ini dan lainnya tidak jelas menunjukkan keterkaitannya,” ujar William Thies, kepala petugas medis dan sains pada Asosiasi Alzheimer.

Thies mengatakan yang jelas ialah Diabetes meningkatkan resiko mengalami penyakit Alzheimer – sebuah keterkaitan yang diakui dalam kalimat pertama pada sebuah laporan studi dari Perancis pada jurnal Neurology edisi 27 Oktober.

Namun, laporan peneliti pada INSERM, Institut Nasional Perancis mengenai Penelitian Medis dan Kesehatan di Toulouse mengatakan belum banyak studi yang mempelajari pengaruh diabetes terhadap perkembangan laju penyakit Alzheimer.

Jadi, mereka mengamati 608 orang dengan gejala Alzheimer ringan sampai sedang selama empat tahun dengan menguji ingatan dan kemampuan berpikir mereka dua kali setiap tahunnya.
63 peserta uji yang mengidap diabetes – sekitar 10,4 dari total peserta – memiliki nilai awal rata-rata yang sama, yaitu 20, pada tes kemampuan berpikir. Ada penurunan rata-rata pada seluruh peserta pada tes tesebut sebesar 1.24 poin setiap enam bulan sekali. Namun, penurunan penurunan pada angka kemampuan berpikir mencapai 0.38 persen lebih besar setiap enam bulan sekali pada mereka yang tidak mengidap diabetes.

Thies mengatakan studi sebelumnya mengenai kaitan diabetes dengan hilangnya fungsi kognitif telah mencampur aduk hasilnya. “Beberapa menunjukkan penurunan yang lebih cepat, sebagian lagi menunjukkan penurunan yang lebih lambat,” ujarnya. “Ini masih dalam wilayah yang membingungkan.”
Thies mengatakan, satu faktor yang memiliki pengaruh kuat dalam hasil penelitian ini adalah tahap Alzheimer pada orang yang sedang diuji. “Anda tahu di awal bahwa penyakit ini tidak berkembang dengan cepat,” ujarnya. “Jadi, jika anda mempelajari mereka pada tahap awal atau tahap akhir Alzheimer, itu bisa mempengaruhi hasilnya.”

Dr. Robert Friedland, kepala neurologi pada Universitas Louisville, mengatakan, analisa lebih dekat menunjukkan bahwa peserta yang mengidap diabetes dalam studi Perancis itu mengalami penyakit Alzheimer lebih singkat dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap diabetes.

Dan perbedaan yang terlihat pada studi tersebut “sangat kurang signifikan, kurang dari 30 skala poin,” ujar Friedland. “Perbedaan dalam banyak nilai uji kondisi mental sangatlah kecil. Secara statistik memang signifikan, tapi secara klinis tidak ada artinya.”

Ia menandai beberapa alasan mengapa ditemukan perbedaan. Pengobatan yang diberikan untuk diabetes untuk mengendalikan tingkat gula darah bisa memberikan manfaat bagi otak, ujar Friedland. “Dan juga, penderita Alzheimer yang mengidap diabetes memiliki lebih banyak penyakit vaskuler pada jantung dan retina, dan sebagian dari kerusakan mungkin disebabkan oleh hal itu. Jadi perkembangannya menjadi lebih lambat,” ujarnya.

Ada juga kemungkinan salah diagnosa krena tidak ada otopsi yang dilakukan selama studi berlangsung, ujar Friedland. “Pesan terpenting ialah adanya faktor resiko yang bisa dimodifikasi untuk penyakit Alzheimer ini, yang sebagiannya adalah faktor resiko untuk diabetes – yaitu, kurangnya aktifitas fisik dan kegemukan,” ujarnya.

Bagi Thies, hikmah dari penelitian ini ialah “untuk memahami hubungan seperti ini, anda perlu rangkaian studi-studi jangka panjang seperti ini. Kita memerlukan lebih banyak penelitian dan kendala yang sebenarnya ialah dana.”
Apakah tampilan website menarik ?
Menarik
Kadang-kadang
Tidak menarik

View result
Copyright © 2008 by QVida. All Rights reserved     Disclaimer